Darmin Prediksi Inflasi Ramadan di Kisaran 0,5-0,6 Persen

0
142

Sumber: tirto.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi inflasi Ramadan hingga Lebaran berada di kisaran 0,5-0,6 persen.

“Kami berharap inflasinya di bulan ini akan berkisar 0,5 dan 0,6 persen. Tinggi dibandingkan bulan yang lain tetapi tidak tinggi dibandingkan inflasi tahun-tahun lalu untuk periode yang sama,” kata Darmin, Jumat (31/5).

Baca: Inflasi 0,35 Persen Dipicu Harga Bawang dan Tiket Pesawat

Dia menyebutkan, tingkat inflasi pada Ramadan-Lebaran tahun lalu sebesar 0,59 persen. Angka ini merupakan angka inflasi periode Ramadan yang terendah selama delapan tahun terakhir. Secara rinci, inflasi tersebut di dorong oleh tarif angkutan udara sebesar 0,15 persen, ikan segar (0,08 persen), daging ayam ras (0,07 persen), dan telur ayam ras (0,06 persen).

Dia menjelaskan, rata-rata inflasi bulanan Indonesia selama ini berkisar 0,25 persen hingga 0,30 persen saja. Oleh karena itu, inflasi pada bulan Mei yang tercatat berdekatan dengan Lebaran tidak bisa disebut paling tinggi jika dibandingkan pada bulan lain sepanjang tahun.

Menurut dia, inflasi perode Ramadan tahun ini sebagian besar akan disumbang oleh bahan makanan di luar beras, seperti daging ayam dan bumbu-bumbuan seperti cabai-cabaian.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memastikan stok bahan pokok selama Ramadan-Lebaran aman terkendali. Untuk itu, Kemendag berharap idak ada lagi kenaikan harga yang berdampak pada inflasi bulan ini.

“Ada kemungkinan pada bulan ini paling tidak, tidak ada kenaikan inflasi di bahan pokok makanan. Diharapkan (malah) deflasi. Menunjukkan semua harga-harga terkendali,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Pada tahun ini, pemerintah menargetkan inflasi di level 3,5 persen atau lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang sebesar 3,13 persen. (sh/cnnindonesia/tempo)

DISKUSI: