Dampak Kemarau, Petani Jadi Menganggur

0
122

Sumber: tempo.co

Serang, LiputanIslam.com— Musim kemarau yang panjang telah menyebabkan kekeringan di sejumlah lahan pertanian di Indonesia. Akibatnya, sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten, sejak dua bulan terakhir menganggur.

Samian, seorang petani Desa Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, Banten mengatakan, petani di wilayahnya kebanyakan menganggur karena lahannya mengalami kekeringan.

Baca: Upaya Pemerintah dalam Atasi Kekeringan Dinilai Belum Secara Luas

“Kami selama musim kemarau terpaksa banyak tinggal di rumah dan tidak menggarap lahan sawah karena kekeringan,” ujarnya, Minggu (25/8).

Dia menyampaikan, puluhan hektare area persawahan di wilayahnya hanya mengandalkan irigasi dari Bendungan Cijoro. Jadi, jika jaringan irigasi mengalami kekeringan, maka petani tidak bisa menggarap lahan tersebut.

“Semua petani di sini menganggur karena kemarau panjang itu, sawah tidak teraliri pasokan air dari Bendungan Cijoro,” ucapnya.

Yadi, seorang petani Desa Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak mengungkapkan, petani sudah menganggur sejak dua bulan terakhir.

Yadi pun mengaku bingung karena musim kemarau ini. Sebab, sawah di wilayahnya tindak memiliki jaringan irigasi.

“Kami merasa bingung jika dilanda kemarau karena sawah di wilayah kami masuk kategori sawah tadah hujan, tanpa memiliki jaringan irigasi,”  ungkapnya.

Berdasarkan data di Posko Mitigasi Kekeringan, terdapat 2,760 hektare sawah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Lebak. Secara rinci, 1.984 hektare mengalami kekeringan kategori ringan, seluas 441 hektare sedang, dan seluas 335 hektare mengalami kekeringan berat. (sh/republika/medcom)

 

DISKUSI: