Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Coca Cola akan Hilangkan Salah Satu Bahan Berbahaya

Published 06/05/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

coke aspartameAtlanta, LiputanIslam.com — Produsen minuman ringan terbesar di dunia asal AS, Coca Cola Company, mengumumkan akan menghilangkan stabiliser rasa yang kontroversial pada sebagian minumannya. Hal ini dilakukan menyusul pengumuman PepsiCo Inc, awal tahun ini yang akan menghapuskan bahan serupa dari produknya. Namun tidak ada keterangan tentang penghapusan bahan berbahaya lainnya.

Stabiliser rasa adalah brominated vegetable oil (BVO) yaitu senyawa kimia mengandung bromin yang biasa ditemukan dalam fire retardant atau pemadam api. Sejumlah kecil BVO digunakan secara legal di Amerika dalam beberapa minuman rasa sitrus untuk membuat rasa minuman merata.

Padahal BVO dilarang di Eropa dan Asia. Namun menurut Food and Drug Administration Amerika, bahan kimia ini dikategorikan aman. Hingga kini BVO masih digunakan pada banyak minuman seperti Coca Cola, Dr. Pepper, Snapple, Fanta, Sunkist, dan Mountain Dew.

Coca Cola sendiri mengatakan bahwa BVO sudah dihilangkan dari minuman Powerade dengan rasa fruit punch dan strawberry lemonade pada awal tahun ini. Perusahaan berharap menghapusnya juga pada Fanta dan Fresca untuk konsumen Amerika pada akhir tahun ini. Coca Cola Company juga mengatakan akan menghilangkan bahan tersebut pada produk yang dijual secara global, namun belum memberi tahu waktunya.

Penggunaan bahan kimia dalam minuman penambah energi telah menarik perhatian konsumen sejak lama. Salah satunya remaja asal Mississippi, Sarah Kavanagh, membuat dua petisi online yang menekan Coca Cola dan PepsiCo untuk menghilangkan BVO dalam minuman buatan mereka.

Petisi PepsiCo mendapat lebih dari 200.000 pendukung. Sedangkan petisi Coca Cola mendapat lebih dari 60.000 tanda tangan pendukung.

“Saya tahu jika Gatorade dapat melakukan hal yang benar, begitu juga dengan Powerade. Saya senang mengetahui Powerade yang dijual di sekolah saya dan yang dikonsumsi orang-orang seluruh dunia akan sedikit lebih sehat tanpa adanya BVO di dalamnya,” sebut Kavanagh, Senin (05/05).

Menurut Center for Science in the Public Interest, sebuah kelompok pengawas keamanan pangan Amerika, BVO merupakan bahan yang masih kurang diuji coba dan memiliki kemungkinan zat aditif makanan berbahaya. Sehingga tidak ada alasan untuk menggunakannya pada Gatorade atau minuman lainnya.

Selain stabiliser rasa, sebagian besar minuman ringan produk-produk perusahaan AS juga mengandung bahan yang lebih berbahaya seperti aspharthame. Bahan ini bahkan telah menjadi sorotan publik sejak lama, namun seolah tidak berpengaruh terhadap penggunaannya oleh perusahaan-perusahaan raksasa minuman ringan.

Asphartame, zat kimia pengganti gula, tidak mengandung kalori namun memiliki rasa manis hingga 160x manis gula asli. Konsumsi yang terus-menerus dapat mengakibatkan kerusakan sel-sel otak.(ca/reuters)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account