CIPS: Ekspor Beras Dapat Dimanfaatkan Untuk Diplomasi

0
128

Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai ekspor beras yang tengah dipersiapkan Perum Bulog harus digunakan sebagai salah satu diplomasi untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara lain.

Peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman mengatakan, ekspor beras dapat dimanfaatkan sebagai alat diplomasi pemerintah Indonesia, terutama ke negara-negara yang mengalami bencana atau negara yang memang berpotensi untuk menjadi pasar beras Indonesia di masa depan.

“Harapannya, beras dapat dijadikan instrumen Indonesia kepada negara lain. Praktik ini tentunya seringkali dilakukan Indonesia dan patut dipertahankan,” kata dia, Minggu (28/4).

Di menambahkan, langkah ekspor ini bisa menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan beras Indonesia ke negara lain. Hal ini juga perlu diiringi dengan revisi aturan dan juga penyesuaian standar kualitas beras yang sesuai dengan permintaan dunia.

“tentunya pemerintah Indonesia mencanangkan wacana ekspor ini dengan lebih serius lagi,” ujarnya.

Akan tetapi, kata dia, potensi ekspor ini bukanya tidak memiliki tantangan. Wacana ekspor beras medium berlebih berisiko bertentangan dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 1 tahun 2018 dan juga tantangan teknis seperti penyesuaian kualitas dengan permintaan di pasar internasional.

Selain itu, jika mengacu kepada acuan komoditas beras internasional yang dipakai oleh Bank Dunia, jenis-jenis beras yang ada memiliki derajat pecahan beras tertentu yang dijadikan standar dunia. Sehingga apabila Indonesia ingin mengekspor berasnya, harus melakukan penyesuaian terhadap kualitas tersebut. (sh/liputan6/antaranews)

 

DISKUSI: