Capaian Israel di Krisis Ukraina, Buntung Alih-alih Untung

0
169

TelAviv,LiputanIslam.com-Al-Mayadeen dalam analisisnya menyatakan, kebijakan Israel soal operasi militer Rusia di Ukraina mencerminkan sebuah kegagalan nyata pihak Tel Aviv dalam menyikapi krisis ini.

Menurut al-Mayadeen, dengan mempertimbangkan kepentingan Tel Aviv dengan Moskow sekaligus Kiev, Israel sejak awal perang berusaha “bersikap moderat”. Meski Tel Aviv, disebabkan pertemanannya dengan Barat, lebih condong untuk bersimpati kepada Kiev, namun ia juga enggan mengikuti kebijakan sanksi Barat atas Rusia. Hingga kini, Israel menolak permintaan Barat dan Ukraina untuk menyerahkan sistem alutsista dan perangkat militer modern, terutama Iron Dome, kepada Kiev.

Ukraina dibuat jengkel oleh sikap Israel ini, yang mendorongnya menyetujui draf resolusi anti-Israel yang disahkan Komite IV Majelis Umum PBB soal pembasmian imperialisme dan dukungan untuk Palestina.

Forum-forum Rezim Zionis tak pelak mengecam keputusan Ukraina ini. Kemenlu Israel pun memanggil Dubes Ukraina dan mencelanya atas dukungan Kiev terhadap resolusi di atas.

Di lain pihak, seiring munculnya tanda dan bukti pengiriman sejumlah perangkat militer Israel untuk Ukraina, juga kerja sama Tel Aviv-Kiev dalam bidang siber, intelijen, dan sistem peringatan perdana, Rusia pun memperingatkan Israel soal konsekuensi tindakan ini atas hubungan kedua belah pihak.

Al-Mayadeen menulis, capaian Israel dalam krisis Ukraina bisa dibilang nol besar dibandingkan raihan Iran dan Turki. Di tengah sanksi-sanksi Barat atas Rusia, Teheran sukses meningkatkan kerja sama di berbagai bidang ekonomi dan militer dengan Moskow. Kedua negara juga dikabarkan akan meneken perjanjian di sektor minyak, gas, dan sumber-sumber energi.

Bahkan Turki, yang memainkan peran penengah dan biasanya dinilai kurang penting, juga sukses mendapatkan “nama”. Untuk kali pertama setelah dimulainya perang di Ukraina, Turki berhasil mendudukkan AS dan Rusia di meja perundingan baru. Bahkan Ankara juga memainkan peran dalam masalah pengiriman gandum dan pertukaran tawanan antara kedua belah pihak. Sementara Israel tidak punya peran apa pun dan justru hanya mendapat hujatan dari Rusia dan Ukraina. (af/fars)

DISKUSI: