CAD Membengkak, Core: Kerjasama Bilateral Perlu Diperkuat

0
118

Sumber: interpannews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Defisit transaksi berjalan (CAD) pada kuartal II 2019 membengkak sebesar 8,44 miliar dolar AS atau 3,04 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka CAD tersebut lebih dalam dibandingkan dengan pada kuartal II 2018 sebesar 7,9 miliar dolar AS atau 3,01 persen dari PDB.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai, pemerintah perlu memperkuat kerja sama bilateral. Sebab, menurutnya, pembengkakan tersebut dipicu oleh kesulitan melakukan ekspor.

Baca: Jokowi Sebut Defisit Neraca Perdagangan Persoalan Besar

“Jadi yang bisa dilakukan adalah membuka pintu perdagangan ke daerah yang belum berdagang dengan kita,” kata Faisal, Jumat (9/8).

Dia mengatakan, Indonesia perlu membidik pasar baru untuk mengantisipasi  sejumlah produk andalan Indonesia yang mulai dikenakan tarif, seperti produk sawit yang akan dikenakan bea masuk oleh Uni Eropa.

Selain itu, pemerintah juga perlu memangkas aturan perdagangan agar kerja sama dengan mitra dagang lebih kondusif. Pemerintah juga perlu menyusun strategi impor barang penting.

“Jadi jangan sampai kita juga mengurangi impor kebutuhab kita. Yang dikurangi itu barang yang sebenarnya bisa diproduksi dalam negeri,” ujarnya.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menambahkan, bank sentral harus bisa menjaga stabilitas dari nilai tukar Indonesia dan menjaga pasokan.

“Kita ingin mendorong ekspor, tapi kalau nilai tukar kita berfluktuasi, itu tidak akan bagus buat para eksportir kita,” ungkapnya. (sh/ekonomi.bisnis/cnbcindonesia)

 

DISKUSI: