Bumi Syam dan Penduduknya

0
967

Oleh: Habib Husein Alkaff

LiputanIslam.com –Sejak terjadi prahara di Suriah beberapa tahun lalu tepatnya tahun 2011, kata “Syam” banyak menghiasi berbagai media cetak dan media sosial, baik media nasional maupun internasional. Di Suriah, misalnya, muncul beberapa kelompok yang menamakan dirinya dengan Jundu Asy-Syam (Pasukan Syam), Jaisy Asy-Syam (Tentara Syam) dan kelompok yang paling fenomenal adalah Daesh (Dawlah Islamiiyah fi ‘Eraq wa Syam) atau ISIS (Islamic State in Iraq-Syam). Di Tanah Air sendiri, banyak gerakan-gerakan yang secara langsung atau tidak langsung berafiliasi ke kelompok-kelompok tersebut. Mereka seringkali menyuarakan dalam ceramah dan tulisan mereka tentang Bumi Syam, dan menggiring masyarakat di Tanah Air agar mendukung para pejuang di Bumi Syam. Juga yang sangat melekat di ingatan kita, mereka juga menggalang dana dan merekrut relawan-relawan untuk berjuang di Bumi Syam.

Kelompok-kelompok “Syami” tersebut dan pihak-pihak yang mendukung mereka di Indonesia adalah kelompok-kelompok yang bermusuhan dengan Presiden Bashar Assad dan para pendukungnya, seperti Iran dan Hizbullah. Permusuhan mereka dengan Bashar Assad, Iran dan Hizbullah bukan karena faktor politik semata, tetapi lebih karena faktor ideologi. Sepertinya, faktor ideologi justru lebih dominan dan kuat. Karena itu, mereka membenci dan mengkafirkan golongan Syiah.

Mengapa Bumi Syam?

Perspektif ideologis yang melatarbelakangi permusuhan kelompok “Syami” terhadap Bashar Assad dan kelompok Syiah ini sangatlah kuat. Untuk memperkuat argumen tersebut, “Syami” sangat sering memainkan isu teks-teks agama yang terkait dengan apa yang mereka sebut perjuangan di “Bumi Syam”. Berikut ini adalah ringkasan atas pembahasan mereka tentang Bumi Syam yang saya ambil dari https://almanhaj.or.id/8104-keberkahan-bumi-syam-2.html)

  1. Keberkahan Bumi Syam

Terdapat beberapa ayat yang menunjukan Bumi Syam sebagai tempat yang diberkati oleh Allah swt., diantaranya”

“Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri, yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia“ [al Anbiyaa`/21:71]

Ibnu Katsir menyatakan bahwa negeri yang dimaksud dalam ayat ini adalah Bumi Syam.

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu“.[al Anbiyaa`/21:81].

“Dan kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman“. [Sabaa`/34:18].

Dua ayat ini mengisyaratkan pada Bumi Syam.

  1. Syam Merupakan Tempat Para Nabi

Syam menjadi tempat tinggal banyak nabi. Dari Nabi Ibrahim, yang hijrah ke Syam, Nabi Luth, Nabi Ya’qub, Nabi Musa, Nabi Isa, dan lainnya.

  1. Perintah Nabi untuk Bermukim di Syam

Dari Watsilah bin al Asqaa`, berkata: Aku mendengar Rasulullah berkata kepada Hudzaifah bin al Yaman dan Mu’adz bin Jabal yang sedang meminta pendapat beliau tentang tempat tinggal. Maka, beliau mengisyaratkan ke arah Syam. Mereka berdua kembali bertanya kepada beliau. (Dan) beliau mengisyaratkan ke arah Syam. Beliau bersabda: “Beradalah kalian di Syam. Sesungguhnya ia merupakan negeri pilihan Allah, dihuni oleh makhluk pilihan-Nya”[ Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no. 3089.

  1. Malaikat Membentangkan Sayap bagi Penduduk Syam

Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Keberuntungan bagi penduduk Syam.” Maka kami bertanya, “Karena apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, ”Karena para malaikat membentangkan sayap-sayapnya kepada mereka (penduduk Syam)”. [HR at Tirmidzi dan Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no 3095; ash-Shahihah, no. 503]

  1. Tempat Keberadaan Kelompok yang Dimenangkan (Thaifah Manshurah)

“Penduduk yang berada di arah Barat akan senantiasa menegakkan kebenaran sampai Kiamat datang“. [HR Muslim 13/68, Nawawi].

Imam Ahmad bin Hanbal berkata, ”Ahli Gharb adalah penduduk Syam.”, dan pendapat ini disepakati oleh Ibnu Taimiyah dalam Manaqib Alsyam wa Ahlihi, halaman 76-77.

  1. Cahaya Iman Memancar dari Syam Saat Fitnah Berkecamuk

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku melihat seakan-akan tonggak Al-Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka, aku mengikutinya dengan pandanganku. Tiba-tiba terdapat cahaya terang-benderang yang mengarah menuju Syam. Ketahuilah, apabila telah terjadi beragam fitnah, , maka sesungguhnya iman berada di Syam“.[Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no. 3092].

Bukan Hanya Suriah

Literatur sejarah dan geografi zaman dulu menyebutkan bahwa Bumi Syam meliputi Suriah, Jordania, Lebanon dan Palestina. Negara-negara ini pada mulanya satu wilayah yang tak terpisahkan. Namun, pada permulaan Perang Dunia Pertama, yaitu tahun 1916, terjadi kesepakatan rahasia secara sepihak, antara Inggris dan Prancis (Sykes-Picot Agreement) untuk membagi wilayah-wilayah kekuasaan Khilafah Otsmaniyah-Turki kepada para sekutu yang memenangi perang itu.

Meski demikian, secara umum masyarakat Arab sampai saat ini masih menyebut empat negara itu (Suriah, Jordania, Lebanon dan Palestina) sebagai Bumi Syam. Secara Fisik dan karakter, rakyat di empat negara ini sama atau mirip sekali, dan dalam hal ini, mereka berbeda dengan masyarakat Arab lainnya yang berada di negara-negara Teluk, Yaman, Irak dan lainnya.

Karena itu, jika teks-teks agama tentang Syam yang diberkati oleh Allah SWT, Syam yang akan penduduknya akan memperoleh kemenangan, dan Syam di mana keiman akan memancar, itu shahih, maka semua pujian itu berlaku untuk penduduk di empat negara tersebut.

Di sini terlihat, bagaimana kelompok-kelompok “Syami” seperti Jundu Syam, Jaisy Syam dan Daesh atau ISIS, serta gerakan-gerakan yang berafilisasi dengan mereka di Tanah Air memaksakan diri untuk mengambil bagian dari maksud teks-teks agama itu, atau mengaku sebagai kelompok yang dimaksud dalam teks-teks itu, sehingga mereka berjuang mati-matian untuk merebut wilayah Suriah, dan sebagian wilayah di Lebanon.  Anehnya, mereka tidak berjuang untuk merebut wilayah Palestina dan Jordania. Padahal, Palestina saat ini masih berada di bawah cengkeraman penjajahan Israel. Adapun Jordania adalah kerajaan yang pro Amerika dan berdamai dengan Israel.

Cahaya Iman dari Bumi Syam

Jika yang menjadi parameter dari cahaya iman adalah konsistensi perjuangan melawan kezaliman dan kesewenang-wenangan, kita bisa melihat dengan dengan jelas bahwa kezaliman memang sedang melanda Bumi Syam sejak beberapa dekade lalu. Sejak Zionis Israel dideklarasikan tahun 1948 di atas Bumi Syam, jutaan kaum Muslimin di kawasan Syam mengalami penderitaan tiada tara. Mereka diusir dari kampung halaman hingga terlunta-lunta menjadi pengungsi. Mereka ditangkapi, diserang, dilecehkan, dan dibunuh dengan kejam. Baitul Maqdis sebagai temat suci bagi ummat Islam, saat ini diduduki secara ilegal oleh Zionis Israel.

Kekejaman Zionis atas Palestina yang berada di Bumi Syam ini sudah menjadi pemahaman bersama kaum Muslimin, bahkan juga masyarakat dunia. Tahun 1967, negara-negara Muslim dunia membentuk Organisasi Kenferensi Islam (OKI). Tujuan utama didirikannya OKI adalah kemerdekaan Palestina. Maka, sudah menjadi kesepakatan negara-negara Muslim dunia bahwa yang menjadi parameter keimanan dihubungkan dengan masalah politik dunia Islam adalah konsistensi perjuangan melawan penindas Zionis Israel, serta membela Palestina yang tertindas.

Pertanyaannya, manakah kelompok yang secara konsisten memperjuangkan Baitul Maqdis? Manakah kelompok yang ditakuti oleh Israel? Siapakah yang mampu membebaskan sebagian wilayah Syam dari penjajahan Israel? Manakah kelompok yang dimusuhi Amerika dan para rezim yang pro Amerika? Manakah kelompok yang pemimpinnya adalah seorang yang memaafkan orang berusaha membunuhnya? Siapakah tokoh Islam yang orasinya sangat santun tanpa caci maki, meskipun tetap berapi-api? Manakah kelompok yang para pemudanya di malam hari berdoa sambil menangis, dan di siang hari tampil gagah berani melawan Israel hingga mati syahid?

Tidakkah hal itu sangat tampak jelas bagi kita semua? (os/LI)

DISKUSI: