Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

British Airways Tetap Layani Penerbangan ke Iraq

Published 04/08/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

FILE BRITAIN BRITISH AIRWAYS H1N1 FLULondon, LiputanIslam.com — Maskapai penerbangan terbesar Inggris British Airways memutuskan untuk tetap melanjutkan layanan penerbangannya ke Irak meski terdapat ancaman keamanan dari kelompok teroris ISIS.

“Kami terbang di atas Irak karena kami menganggap aman. Jika kami menganggap Irak tidak aman, kami tidak akan terbang di atas udaranya,” kata eksekutif British Airways, Willie Walsh, kepada Financial Times seperti dikutip BBC News, Minggu (3/8).

Keputusan itu bertentangan dengan beberapa maskapai penerbangan barat lainnya yang memutuskan menghentikan layanan penerbangan ke Irak. Qantas dari Australia adalah yang terakhir melakukan hal tersebut.

Namun British Airways (BA) mangaku akan mengevaluasi keputusan tersebut setiap harinya.

Menurut BA, penerbangan menuju Dubai dan Doha tetap akan melintasi udara Irak seperti biasanya.

“Rencana-rencana penerbangan kami sangat tergantung pada sejumlah faktor, namun prioritas utama kami selalu masalah keamanan kru dan penumpang kami,” demikian pernyataan BA.

Walsh mengakui publik merasa bingung dengan adanya perbedaan sikap antar maskapai penerbangan dalam hal Irak, namun ia menegaskan bahwa setiap maskapai memiliki penilaian sendiri-sendiri tentang risiko terbang di wilayah konflik.

BA sendiri telah menghindari wilayah udara Ukraina timur beberapa bulan yang lalu, yang merupakan salah satu wilayah konflik terpanas di dunia. Di jalur inilah pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh saat terbang antara Amsterdam-Kualalumpur tanggal 17 Juli lalu, menewaskan 298 penumpang dan awaknya.

Jatuhnya pesawat Malaysia ini telah membuat maskapai-maskapai penerbangan dunia menghindari wilayah-wilayah konflik, termasuk Irak. Akibatnya, maskapai-maskapai penerbangan itu harus menanggung kerugian akibat pesawat-pesawatnya harus menempuh perjalanan yang lebih jauh dan memakan bahan bakar lebih besar.

Pada hari Kamis (31/8) otoritas penerbangan sipil AS, Federal Aviation Administration (FAA) memerintahkan maskapai-maskapai penerbangan AS untuk terbang setidaknya 30.000 kaki (9.2 km) di udara Irak. Sebelumnya FAA hanya memerintahkan terbang di atas ketinggian 20.000 kaki (6,1 km).

Pada hari Sabtu (2/8) Qantas memutuskan mengalihkan jalur penerbangannya dari wilayah Irak demi menjaga keamanan pesawat dan penumpangnya.

“Berdasar berbagai batasan yang dikenakan beberapa negara dalam beberapa jam terakhir, termasuk dari FAA, Qantas untuk sementara mengalihkan jalur penerbangannya di kawasan Timur Tengah dengan menghindari udara Irak,” demikian pernyataan resmi Qantas.

Sehari sebelumnya maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa menghentikan layanan penerbangan ke negara tersebut. Sebelumnya beberapa maskapai penerbangan termasuk Emirates Air Line, Virgin Atlantic dan Air France telah menghindari udara Irak.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account