BNPT Sebut Radikalisme Bukan Soal Pakaian Tapi Mindset

0
153

Sumber: Satu Harapan

Jakarta, LiputanIslam.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menegaskan bahwa radikalisme adalah persoalan mindset, bukan sebatas masalah tata cara berpakaian.

“Jadi, saya sudah bilang berkali-kali. Pak Mahfud juga sependapat dengan saya. Jangan menstigma tata cara berpakaian dengan radikalisme,” katanya, di Jakarta, Selasa (10/12).

Suhardi mencontohkan kejadian bom bunuh diri yang dilakukan satu keluarga di Surabaya dengan para pelaku yang selama ini berpenampilan sewajarnya dan seperti masyarakat pada umumnya.

“Ini masalah pemikiran. Jadi, enggak bisa kita bilang masalah jidat item, misalnya. Saya jidatnya juga item. Beberapa orang juga, ternyata bagus, nasionalismenya tinggi,” katanya.

Oleh karena itu, Suhardi mengingatkan untuk tidak selalu mengasosiasikan orang-orang yang memiliki paham radikal sebatas dari penampilan fisik.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jayapura dan Amankan 1 Bom

Selain itu, BNPT pun meminta pemerintah daerah mengoptimalkan kearifan lokal dalam upaya menangkal penyebaran radikalisme.

“Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) sudah saya instruksikan tetapi mana peranan pemda?” kata Suhardi Alius.

Suhardi mengingatkan kearifan lokal sebagai kekayaan bangsa sangat ampuh untuk menangkal radikalisme sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal.

“Siapa, sih, yang enggak kenal kearifan lokal, local wisdom? Semua ngomong kearifan lokal. Akan tetapi, kalau saya tanya apa itu kearifan lokal? Apa cuma pada budaya? Kearifan lokal itu nilai,” katanya.

Menurut dia, masyarakat di setiap daerah memiliki nilai-nilai luhur yang terkandung sebagai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Oleh karena itu, Suhardi akan meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk memerintahkan pemda merumuskan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat di daerahnya dan mengoptimalkannya untuk menangkal radikalisme. (Ay/Antara)

DISKUSI: