BNPT: Kampus Mulai Sadar Ancaman Radikalisme

0
143

Palembang, LiputanIslam.com-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan bahwa kampus atau perguruan tinggi mulai menyadari ancaman besar radikalisme di lingkungannya. Buktinya kini banyak diadakan kuliah umum yang berisi wawasan kebangsaan dan antiradikalisme.

“Kampus sudah mulai sadar ancaman radikalisme, bahkan banyak rektor yang berani mendeklarasikan kampus antiradikalisme,” kata Kepala BNPT saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Budi Luhur, Jakarta, Senin (2/9).

Menurut Kepala BNPT sangat ironis bila perguruan tinggi yang merupakan tempat mencetak generasi unggul bangsa justru menjadi tempat penyebaran radikalisme. Ia berharap dengan mendapatkan wawasan kebangsaan dan antiradikalisme para mahasiswa baru memiliki daya tahan terhadap radikalisme.

Ia pun meminta para mahasiswa berani melaporkan kepada dosen atau rektor bila melihat gejala penyebaran paham-paham negatif di lingkungan kampus.

Baca juga: BNPT Harap Bhayangkari Dapat Menjaga Keluarga dari Radikalisme

Sementara itu, Dirjen Pothan Kementerian Pertahanan RI Prof Bondan Tiara Sofyan pun menghimbau mahasiswa untuk memperbanyak dialog dan jalan-jalan ke berbagai daerah di Indonesia untuk mencegah paparan radikalisme serta menguatkan sikap bela negara.

“Mahasiswa juga perlu mengunjungi daerah-daerah lain, kenali saudara-saudara yang berbeda suku, bahasa dan agama, agar terbuka pemikiran saling memahami perbedaan serta semakin teguh dengan Pancasila,,” ujar Prof. Bondan Tiara saat pembukaan Masa Pengenalan Kampus Universitas Muhamadiyah Palembang.

Menurut dia mahasiswa merupakan objek mayoritas yang rentan terpengaruh paham radikalisme, hal itu tentu berbahaya jika dibiarkan karena mahasiswa akan menjadi pemimpin Indonesia 10-20 tahun lagi.

Ia mengingatkan rektorat jika terdapat lima pintu masuk radikalisme di perguruan tinggi, yakni melalui kampus, dosen, beasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan rumah ibadah. (Ay/Antara)

DISKUSI: