BKPM: Tingginya Upah Minimum Hambat Investasi

0
128

Sumber: msn.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan tingginya upah minimum dapat menghambat investasi masuk ke Indonesia.

Kepala BPKM Bahlil Lahadalia menyebutkan, upah minimum yang tinggi ini membuat laju investasi berubah. Saat ini, pengusaha lebih memiliih menanamkan modal ke provinsi karena upah minimunya masih rendah.

“Upah mahal ini membuat investasi kita berpindah. Contohnya di Banten, ada pabrik sepatu bergeser ke Jawa Tengah atau dipindahkan ke provinsi lain karena upah. Jadi menaikkan upah, bukan berarti menaikkan investasi. Itu belum tentu,” kata dia, Jumat (27/12).

Baca: LIPI: Skema Upah Per Jam Tidak Untuk Semua Pekerjaan

Dia berpendapat, pengusaha dan buruh harus saling introspeksi dan mendapatkan solusi. Menurutnya, upah minimum yang tinggi harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan. Jadi, jika buruh meminta upah tinggi, maka kemampuan dan produktivitasnya harus juga harus tinggi.

“Saya sebagai mantan karyawan tahu betul bagaimana sakitnya kalau gaji tidak mencukupi kebutuhan. Saran saya, harusnya buruh juga bisa mengintrospeksi, perusaha juga introspeksi, jadi tengah-tengah. Boleh harga mahal, tapi skill bagus. Jangan minta upah tinggi, tapi skillnya standar, ini nggak akan ada titik temu,” ujarnya.

Dia menuturkan, masalah akan muncul juka upah miminum tinggi, namun kemampuan dan produktivitasnya rendah.

“Pengusaha bilang, ‘kalau begini terus HPP (harga pokok penjualan) saya naik’ lalu bersinggungan impor,” tuturnya. (sh/kompas/republika)

 

 

DISKUSI: