Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Bila Iran dan Turki Saling Mendekati

Published 16/01/2014 7 Min Read
Share
7 Min Read
SHARE

erdogan-ahmadinejadWakil Menlu Iran untuk urusan Arab-Afrika, Hossein Amir-Abdollahian hari ini (16/1) dijadwalkan akan berkunjung ke Istanbul untuk mendiskusikan masalah Suriah. Kunjungan ini adalah atas undangan wakil Menlu Turki, Omar Unhun.

Kunjungan ini terjadi di saat PM Turki Tayyep Erdogan kerepotan mengurusi masalah internalnya, terutama tuduhan korupsi yang menjerat kroninya. Erdogan menuduh “kekuatan asing” berada di belakang kasus penyidikan korupsi terhadap kroni-kroninya, hingga membuatnya melakukan perlawanan keras dengan memecat ratusan pejabat kepolisian terkait dengan penyidikan tersebut.

Tuduhan Erdogan tentunya punya dalil atas tuduhannya ini. Direktur Bank BUMN yang ditangkap aparat kepolisian adalah pejabat yang memfasilitasi pembayaran penjualan minyak Iran ke Turki di tengah-tengah sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika dan Eropa terhadap Iran. Sementara seorang pengusaha yang ditangkap terkait kasus tersebut adalah seorang perantara perdagangan “rahasia” Turki dan Iran yang ternyata nilainya luar biasa besar. Bagi Erdogan dan kolega-koleganya, kasus penyidikan tersebut didorong oleh kepentingan Amerika dan Eropa yang tidak menyukai Erdogan yang telah mengibuli Amerika dan Eropa dengan tetap menjalin hubungan ekonomi dengan Iran.

Apalagi dengan adanya upaya sistematis untuk memarginalkan Ikhwanul Muslimin (gerakan ini merupakan akar idiologis partai Keadilan yang dipimpin Erdogan) yang dilakukan Amerika bersama sekutunya, Saudi, Erdogan tidak melihat faktor lain selain “kekuatan asing” sebagai dalang krisis politik yang kini dialami Erdogan menyusul kasus penyidikan terhadap kroni-kroni dekatnya itu.

Ya, jika dulu Iran hanyalah “ban serep” untuk mendukung eksistensinya sebagai kekuatan politik regional, seiring menjauhnya Amerika dan Eropa serta sekutu-sekutu regionalnya, Turki kini menganggap Iran sebagai sekutu utama. Dan sebaliknya pula bagi Iran, marginalisasi Ikhwanul Muslimin (salah satu indikasi jelasnya adalah dukungan Amerika terhadap kudeta militer yang dilakukan atas Presiden Mesir Mohammad Moersi) termasuk Turki (Amerika dan Eropa beramai-ramai mengecam keras Turki atas tindakan kerasnya terhadap aksi-aksi demonstrasi pertengahan tahun lalu. Uni Eropa juga terus mengulur waktu keanggotaan Turki dalam kelompok Uni Eropa), memberi peluang besar untuk meraih simpati para pengikut Ikhwanul Muslimin yang sangat signifikan jumlahnya di Timur Tengah dan sekaligus memperkuat posisi politik Iran di kawasan.

Dan atas hal-hal tersebut di atas maka kedua pemimpin pemerintahan kedua negara akan saling melakukan kunjungan persahabatan. Erdogan telah merencanakan untuk mengadakan kunjungan ke Iran akhir bulan ini yang akan dibalas dengan kunjungan balasan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani beberapa waktu kemudian. Demikian keterangan Menlu Turki Ahmet Davutoglu baru-baru ini.

“Setelah Rouhani menjadi Presiden Iran, Turki dan Iran sepakat untuk menjalin komunikasi secara rutin, jika mungkin sebulan sekali, untuk mendiskusikan agenda kerjasama dan saling bertukar pandangan. Saya bisa katakan bahwa kami telah menyelesaikan hal ini selama 5 bulan terakhir,” kata Davutoglu kepada pers, Selasa (7/1).

Davutoglu juga menegaskan bahwa Iran dan Turki telah setuju untuk membentuk dewan kerjasama tingkat tinggi yang akan diselesaikan pembentukannya sebelum kunjungan Erdogan ke Iran.

Dalam beberapa bulan terakhir para pejabat tinggi kedua negara telah terlibat kegiatan saling mengunjungi. Sebelumnya, pada hari Sabtu (4/1), menlu Iran Mohammad Javad Zarif mengadakan kunjungan ke Turki dan bertemu dengan Erdogan serta Davutoglu. Dalam pertemuan tersebut kedua pimpinan menyatakan tekad bersama untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara. Sementara Davotoglu dalam kunjungannya ke Iran bulan November lalu mengatakan bahwa Turki bisa menjadi koridor energi bagi Iran. Di sisi lain pada bulan Oktober, menteri energi Turki mengumumkan bahwa Turki akan meningkatkan impor gas dari Iran dari jumlah impor saat ini yang mencapai 10 miliar kubik meter per-tahun.

Pada awal November tahun lalu, menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam kunjungannya ke Turki menyebutkan bahwa Iran dan Turki merupakan 2 “kekuatan besar yang berpengaruh” di kawasan yang bisa memberikan kontribusi besar bagi perdamaian di kawasan Timur Tengah.

“Kedua negara bisa saling bertukar pandangan dan bekerjasama untuk mengundang kelompok-kelompok yang bertikai di kawasan ke meja dialog dan mengambil langkah maju ke arah perdamaian yang mapan dan keamanan di kawasan,” kata Zarif di Istambul tgl 1 November 2013 lalu.

Iran merupakan sumber energi gas terbesar bagi Turki setelah Rusia. Oleh Turki, gas tersebut banyak digunakan sebagai sumber pembangkit listrik.

TURKI BOCORKAN JARINGAN MOSSAD PADA IRAN
Satu bagian dari langkah-langkah yang dilakukan Iran dan Turki meningkatkan hubungan kedua negara adalah adanya laporan yang menyebutkan bahwa Turki telah membocorkan jaringan mata-mata dinas inteligen Israel Mossad kepada Iran.

Menurut kolumnis Washington Post David Ignatius dalam artikelnya bulan Oktober lalu, pemererintah Turki telah membocorkan identitas 10 warga negara Iran yang bekerja untuk Mossad.

“Sumber-sumber terpercaya menyebutkan bahwa tindakan Turki merupakan kehilangan besar bagi Israel sebagai upaya Turki untuk “menampar” Israel,” tulis Ignatius dalam artikelnya di Washington Post tgl 16 Oktober tahun lalu.

Menurut Ignatius tindakan Turki tersebut menjadi alasan bagi Israel untuk menolak meminta ma’af atas serangan militernya terhadap penumpang kapal Mavi Marmara tahun 2010. Israel baru meminta ma’af setelah Presiden Amerika Barack Obama bertindak menengahi perseteruan kedua negara, bulan Maret 2013. Namun demikian ketegangan hubungan kedua negara masih terjadi hingga saat ini.

Sementara itu, pertemuan Wakil Menlu Iran dan Turki, diharapkan menjadi titik terang bagi konflik Suriah, mengingat Turki adalah salah satu pendukung perang ini dengan menyediakan berbagai sarana untuk pasukan pemberontak. (liputanislam/CA)

REF:
“Iranian deputy FM to visit Turkey for consultations on Syria”,TRENDNewsAgency, 15 Januari 2014
“Erdogan to visit Iran later in January: Davutoglu”; PRESS TV; 7 Januari 2014
“Turkey exposed 10 Mossad spies to Iran in 2012”; PRESS TV; 17 Oktober 2014
“Turkey blows Israel’s cover for Iranian spy ring”; David Ignatius; Washington Post; 17 Oktober 2013

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account