Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Bila AS Bermaksud Jerumuskan Iran di Irak

Published 22/06/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

isis irakLiputanIslam.com — Sudah sangat jelas motif di balik invasi kelompok militan wahabi ISIS di Irak. Pertama adalah memecah belah Irak menjadi 3 negara berdasarkan etnis-agama Shiah, Sunni dan Kurdi, dan kedua adalah menjerumuskan Iran dalam perang tak berkesudahan yang menggerogoti kekuatan Iran.

Motif pertama terlihat jelas dengan tindakan ISIS yang meninggalkan kota Kirkuk begitu saja dan memberikannya kepada kelompok milisi bersenjata Kurdi. Dengan dikuasainya kota minyak Kirkuk oleh milisi bersenjata Kurdi maka membuat peluang terbentuknya negara merdeka Kurdi di Irak utara semakin besar, setelah sebelumnya telah terbentuk wilayah otonomi Kurdi.

Adapun motif kedua terlihat dari “sikap manisnya” AS terhadap Iran setelah invasi ISIS, sementara selama ini AS seolah tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk memusuhi Iran.

Setelah jatuhnya Mosul dan Tikrit dan ISIL pun mendekati Baghdad, secara tiba-tiba Menlu AS John Kerry menyatakan bahwa “AS membuka kesempatan untuk bekerjasama dengan Iran dalam upaya mencegah kejatuhan pemerintah Irak”.

Tidak hanya itu, Inggris, sekutu terpercaya AS pun tiba-tiba mengumumkan akan membuka kembali kantor kedubesnya di Iran setelah bertahun-tahun tutup. Menlu Inggris William Hague menyebutkan bahwa rencana itu mencerminkan “hubungan hangat” antara Iran dengan negara-negara barat atas kriris di Irak.

Sementara itu New York Times (NYT) melaporkan bahwa negara-negara barat dan Iran tengah mencari “kepentingan-kepentingan keamanan bersama” di Irak. Lebih jauh NYT mengklaim bahwa barat dan Iran memiliki musuh yang sama di Irak, yaitu Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Namun NYT tidak menyebutkan, atau dengan kata lain menyembunyikan fakta bahwa ISIS bukanlah musuh AS dan barat, melainkan sekutunya sebagaimana negara-negara Arab Teluk. Idiologi ISIS sama dengan sponsornya Saudi dan Qatar yang telah menggelontorkan $10 miliar kepada ISIS dan kelompok-kelompok ekstremis lainnya seperti Al Nusra Front. Mereka adalah orang-orang wahabi-salafi.

Hanya seminggu sebelumnya ISIS merilis video yang memperlihatkan senjata-senjata baru yang disuplai dari AS, termasuk rudal anti-tank TOW.

Jadi klaim bahwa ISIS adalah musuh bersama Iran dan AS adalah kebohongan besar. ISIS adalah “kaki tangan” AS, Eropa dan negara-negara Arab Teluk, untuk mengacaukan keamanan Timur Tengah demi agenda tertentu.

Kaki tangan ini telah mengobok-obok Suriah dan tujuan menggulingkan Presiden Bashar al Assad. Namun tujuan sebenarnya aksi ini adalah menghancurkan sekutu utama Iran, dengan kata lain menghancurkan Iran juga.

Inilah perspektif sebenarnya dari hubungan AS dengan Iran. Maka ketika AS membujuk Iran untuk bekerjasama memerangai ISIS di Irak, itu sebenarnya adalah jebakan untuk menjerumuskan Iran dalam perang yang menguras sumber daya Iran di Irak.

Setelah 3 tahun lebih gagal menumbangkan Bashar al Assad di Suriah dan Bashar al Assad justru tampil sebagai pemenang pemilihan presiden dengan suara mutlak, AS dan sekutunya pun sadar bahwa mereka harus menempuh strategi lain untuk menghancurkan Iran.

Mengalihkan konflik dari Suriah ke Irak adalah “rencana alternatif” AS untuk menghancurkan Iran dengan menyeret Iran ke dalam perang secara langsung. Dan saat Iran mengirimkan pasukannya untuk membantu rezim Nouri al Maliki, AS dan sekutu-sekutunya pun secara diam-diam mengirimkan bantuannya kepada ISIS.

Namun syukurnya Iran tidak terpancing oleh perangkap itu.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Mayjen Hassan Firouzabadi menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengirim tentara ke Irak dan tidak akan pula bekerjasama dengan Amerika Serikat (AS). Ia berdalih bahwa dengan adanya fatwa jihad melawan teroris yang dikeluarkan oleh ulama besar Irak Ayatullah Ali al-Sistani, bangsa Irak sendiri pasti mampu mengatasi ISIS.

Pernyataan tersebut disampaikan Firouzabadi dalam wawancara dengan kantor berita resmi Iran, IRNA, hari Rabu (18/6).

“Kerjasama antara Iran dan AS tidak akan pernah terjadi selamanya, dan hal itu sama sekali tidak bermakna,” ungkap Firouzabadi.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account