BI Awasi Tiga Risiko stabilitas Sistem Keuangan

0
119

Sumber: alinea.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa sistem keuangan Indonesia dalam kondisi stabil di tengah ketidakpastian global pada 2018. Meskipun demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, risiko pertama adalah cross section, yaitu risiko terkait kapital asing yang akan meninggalkan sistem keuangan Indonesia. Hal ini bisa mempengaruhi liquiditas di sektor keuangan.

“Kita perlu memperhatikan, bagaimana pembalikan modal asing tidak menimbulkan risiko likuiditas di sektor keuangan,” ujar Perry, Jumat (3/5).

Kedua adalah risiko pasar. Kebijakan BI untuk meningkatkan nilai referensi bisa memicu lonjakan suku bunga dalam kredit bank.

“Tantangan kita adalah bagaimana meningkatkan nilai BI tanpa menyebabkan kenaikan nilai kredit bank,” kata dia.

Menurut Perry, peningkatan suku bunga kredit dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi karena sektor bisnis bisa mengendalikan ekspasi bisnisnya karena tingginya tingkat kredit bank.

Ketiga, risiko kredit yang berhubungan dengan pengelolaan berbagai aspek, termasuk perlambatan ekonomi global, upaya-upaya untuk mendorong ekspor dan konsumsi domestik.

Dia menyampaikan, untuk meminimalkan risiko tersebut, BI perlu memastikan bahwa setiap kali kebijakan baru ditetapkan, kebijakan tersebut tidak berpengaruh terhadap stabilitas sistem keuangan.

“Kita harus memastikan kebijakan moneter sejalan dengan stabilitas sistem keuangan. Ini adalah tantangan yang perlu kita perhatikan,” tegasnya. (sh/thejakartapost/kontan)

 

DISKUSI: