Begini Nasib Mitra Koalisi Pasca Putusan MK

0
91

Sumber: Tempo

Jakarta, LiputanIslam. Com—Usai ditolaknya permohonan tim kuasa hukum Paslon 02, Prabowo -Sandi,  pada sidang sengketa Pilpres di MK pada Kamis kemarin (27/6), peta koalisi mulai menunjukkan tanda2 perubahan.

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional, Eddy Soeparno, usai menemui Prabowo menyampaikan akan menentukan sikap politik pascahasil keputusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Eddy tidak secara langsung mengungkap apakah akan bergabung dengan Koalisi Adil Makmur atau memilih pindah dukungan terhadap calon 01 Jokowi-Maruf.

“Sikap PAN akan disampaikan langsung oleh ketua umum (Zulkifli Hasan). Berikan kesempatan kepada ketua umum kami untuk menyampaikan  arah koalisi ke depannya,” ujar Eddy.

Para pengamat menilai beberapa partai yang sebelumnya bergabung dengan koalisi kubu 02, mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan arah.

Hal ini pun dibenarkan oleh Jubir BPN Prabowo -Sandi,  Dahnil Azhar.  Dalam sebuah acara bincang pagi di TV One beberapa hari lalu ia menyebutkan Prabowo telah “dikhianati”.

Baca: Rajut Persatuan Pasca Putusan MK

Sementara itu Sekretaris Partai Berkarya Prio Budi Santoso menyampaikan bahwa partainya akan tetap konsisten menjadi mitra koalisi bagi pengusung Pasangan Prabowo-Sandi. Wakil Ketua BPN itu menyampaikan keputusan MK sangat memungkinkan bagi partai koalisi untuk menentukan arah politik.

“Ada partai yang sudah dengan terang-terangan keluar dari koalisi dan menyatakan bergabung dengan lawan politik, ada yang memilih siap menjadi oposisi, segala kemungkinan itu bakal terjadi,” kata Prio.

Hanya saja pihak BPN belum bisa membaca peta koalisi pascakeputusan MK tersebut. Menurutnya untuk menghasilkan pemerintah yang kuat dibutuhkan para pengkritik. Tentunya para pengkritik pemerintah sebagai oposisi harus memiliki kekuatan yang seimbang.  (Ay/Pikiran Rakyat/TV One)

DISKUSI: