Batas Bea Masuk Barang Impor via E-Commerce Resmi Dirubah

0
139

Sumber: detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah resmi merubah ambang batas bea masuk transaksi lewat e-commerce dari 75 dolar AS menjadi 3 dolar AS.

Dengan peraturan baru tersebut, barang impor dengan harga di atas 3 dolar AS akan dikenai pajak dan bea masuk. Besaran tarifnya adalah 7,5 persen untuk bea masuk, PPN 10 persen, PPh 10 persen dengan NPWP. Sementara jika tidak menggunakan NPWP, maka akan dikenakan PPh sebesar 20 persen.

Baca: Kemendag akan Revisi Aturan Impor Produk Tekstil

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, pemerintah menurunkan ambang batas bea masuk untuk melindungi pelaku usaha dan masyarakat umum.

“Bahwa menjawab tuntutan daripada masyarakat usaha, juga masyarakat umum bahwa pemerintah masih harus melakukan perlindungan kepada pengusaha dalam negeri, yang memproduksi barang-barang yang head to head dengan barang-barang kiriman yang terutama di bawah 75 dolar AS,” kata dia di Jakarta, Senin (23/12).

Dia menerangkan, aturan baru tersebut berlaku untuk barang-barang umum, kecuali tas, sepatu, dan produk tekstil. Besaran ketiga produk ini tetap mengikuti tarif normal. Secara rinci, bea masuk tas sebesar 15-20 persen, untuk sepatu sebesar 25-30 persen, dan untuk produk tekstil sebesar 15-20 persen.

“Ini untuk melindungi produk-produk lokal dari Cibaduyut, Cihampelas, dan sebagainya,” ucapnya.

Dia menyampaikan, aturan ambang batas bea masuk ini akan berlaku mulai  Januari 2020. Saat ini aturan tersebut sedang diproses di Kemenerian Hukum dan HAM.

“Dan aturan baru ini berlaku 30 hari sejak aturan diundangkan atau akhir Januari 2020,” ujarnya. (sh/kompas/liputan6)

DISKUSI: