Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Bakteria Mematikan Merebak Cepat di AS

Published 02/08/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

duke-hospitalWashington, LiputanIslam.com — Bakteria super yang dikenal dengan nama CRE atau dengan sebutan “bakteri pembawa mimpi buruk”, telah menyebar secara mengkhawatirkan di kawasan selatan Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun terakhir. Demikian sebuah hasil penelitian terbaru menyebutkan.

Kantor berita BBC News melaporkan, Sabtu (2/7), bahwa para peneliti dari Duke University Medical Center (DUMC) telah menemukan beberapa kasus CRE (carbapenem resistant Enterobacteriaceae) meningkat pesat 5 kali lipat di berbagai rumah sakit di selatan AS antara tahun 2008 hingga 2012.

“Kami berusaha menyampaikan bahaya ini. Ini masalah bagi kita semua di bidang kesehatan,” kata Deverick J. Anderson, ketua tim peneliti DUMC kepada USA Today.

Carbapenem adalah anti-biotik paling kuat yang dikenal di dunia saat ini dan dianggap sebagai “cadangan terakhir” penanganan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteria. Munculnya bakteri baru yang resistan terhadap antibiotik ini dianggap sebagai ancaman serius bagi dunia pengobatan. Itulah sebabnya CRE disebut juga sebagai “pembawa mimpi buruk”.

CRE adalah satu jenis bakteria yang hidup di dalam usus manusia dan biasanya tidak menimbulkan masalah. Namun ketika bakteria itu keluar dari tubuh, misalnya karena penangangan gawat darurat, bakteria itu berubah sifat menjadi ganas dan menimbulkan penyakit.

Satu dari 25 pasien rawat inap rumah sakit setidaknya terinfeksi bakteri tersebut setiap harinya, demikian keterangan badan pananganan penyakit menular AS, US Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Korban infeksi bakteri CRE biasanya adalah pasien rumah sakit yang lemah, menewaskan hampir separoh dari mereka yang terinfeksi.

Para ahli meyakini munculnya bakteri yang kebal terhadap antibiotik dirangsang oleh penggunaan antibiotik yang di luar kontrol dan berlebihan. Misalnya digunakan untuk penyakit-penyakit yang tidak terlalu serius.

Tahun lalu CDC melaporkan CRE telah merebak dari satu fasilitas medis pada tahun 2001 ke banyak fasilitas medis di 46 negara bagian pada tahun 2013.

“Antibiotik terkuat kami tidak mempan, dan para pasien ditinggalkan dengan infeksi yang tidak bisa ditangani,” kata Direktur CDC Tom Frieden yang pertama kali menyebut CRE sebagai “nightmare bacteria.”

Studi (DUMC) yang dirilis oleh jurnal Infection Control and Hospital Epidemiology, menyebutkan bahwa kasus CRE meningkat 5 kali lipat di antara Duke Infection Control Outreach Network, kelompok 25 rumah sakit umum di Carolina Utara, Carolina Selatan, Virginia, dan Georgia.

Bulan lalu para peneliti untuk pertama kalinya menemukan bakteri CRE di dalam produk makanan. Demikian laporan CDC.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account