Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Bagaimana Nasib Akhir Gembong Narkoba dari Australia?

Published 11/12/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Myuran Sukumaran dan Andrew Chan
Myuran Sukumaran dan Andrew Chan

Jakarta, LiputanIslam.com–Nasib dua warga negara Australia yang tengah menanti eksekusi mati di penjara Krobokan, Bali, masih tanda tanya. Dalam pernyataan terbarunya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak memberikan grasi kepada satu pun di antara 64 terdakwa narkoba yang mengajukan grasi.

“Untuk meminta grasi, minta pengampunan, 64 pengedar yang sudah diminta pengadilan, datang ke meja saya. Saya mau bertanya, apa yang harus saya lakukan? Sudah bertahun-tahun tidak segera diputuskan. Saya sampaikan tidak ada yang saya beri pengampunan untuk narkoba,” kata Jokowi dalam kuliah umum di UGM, Yogyakarta, seperti dikutip Detikcom (9/12/2014).

Sebelumnya, media-media Australia ramai memberitakan pernyataan Presiden Jokowi yang dikutip Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Tedjo Edhy Purdijatno terkait hukuman mati untuk gembong narkoba. Dalam instruksinya, Jokowi meminta Menko Tedjo untuk segera melakukan proses hukum terhadap mereka.

Media-media Australia umumnya memberitakan dengan nada datar tentang Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. Dua terdakwa mati dalam kasus penyelundupan narkoba seberat 8,9 kilogram itu telah meminta pengampunan dari  sejak dua tahun lalu, namun tidak dikabulkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga akhir masa jabatannya. Sehingga, kini keputusan ada di tangan Presiden Joko Widodo.

Media Australia berusaha menunjukkan bahwa Chan dan Sukumaran adalah ‘pemuda’ yang kini telah hidup baik-baik. News.com.au  menyebut keduanya tengah menghabiskan waktu di penjara dengan ‘efektif’. Chan membantu rekan-rekan di penjara dengan ‘ajaran agama’; sementara Sukumaran aktif membuat karya seni dan mengajari rekan-rekannya.

Saat ditemui wartawan di studio seninya di dalam kompleks penjara Krobokan Bali, Sukumaran mengatakan dirinya tengah berusaha menjadi manusia yang lebih baik. Dia berpesan kepada Jokowi, “Tolong beri kami kesempatan kedua.”

Negosiasi Diam-Diam atas Nasib WN Australia?

Cara pemberitaan Media Australia yang tidak provokatif ini agaknya mengikuti tips dari Mantan Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer, yang pernah menulis opini di townsvillebulletin.com.au pada Mei 2013. Dalam tulisannya, Downer menyarankan agar media dan publik Australia sebaiknya tidak melakukan kampanye publik. Karena, kampanye publik akan memancing bangkitnya nasionalime orang Indonesia yang pernah dijajah oleh Bangsa Eropa. Orang Indonesia tidak suka diperintah oleh bangsa lain, kata Downer.

Pemerintah Australia pun disarankan Downer untuk tidak mengeluarkan ancaman terbuka terhadap Indonesia, baik eksplisit maupun implisit. Mengancam Indonesia hanya akan membuat mereka menjadi semakin kuat, mereka akan tunjukan bahwa mereka tidak bisa diancam oleh pihak manapun. Downer pun memberikan saran agar negosiasi  untuk menghalangi hukuman mati dilakukan di balik layar. Menurut Downer, pemerintah Australia sebaiknya berbicara diam-diam dengan pemerintah Indonesia. Pemerintah Australia harus menekankan bahwa pelaksanaan hukuman mati akan membuat marah sebagian besar rakyat Australia sehingga akan memberi pengaruh buruk bagi hubungan kedua negara.

Presiden Joko Widodo telah dua kali bertemu dengan PM Australia Tony Abbott, yaitu pada bulan Oktober (di Jakarta) dan November (di Australia). Mengingat PM Abbott dikenal sebagai politisi anti-hukuman mati, tentu tersisa pertanyaan, bagaimana nasib akhir Sukumaran dan Chan? (fa)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account