Awal Pekan, Rupiah Terdepresiasi Hingga Rp 14.440 per Dolar AS

0
111

Sumber: bbc.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (13/5) mengalami depresiasi ke level Rp 14.440 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah berada di level Rp 14.326 per dolar AS.

Berdasarkan Bloomberg, pada awal perdangangan rupiah dibuka di angka 14.335 per dolar AS. Kemudian rupiah terus mengalami tekanan hingga menyentuh level 14.440 per dolar AS.

Dalam waktu dua pekan terakhir, pelemahan rupiah telah mencapai sekitar 300 basis poin. Akan tetapi, jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 0,29 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsyah menilai, pelemahan rupiah terjadi karena faktor eksternal.

“Untuk hari ini lebih karena faktor eksternal, tidak ada (faktor internal atau domestik),” tuturnya, Senin (13/5).

Dia mengatakan, melemahnya rupiah bersamaan dengan pelemahan mata uang regional dari seluruh negara emerging market.

Melemahnya mata uang China, yuan memicu pelemahan tersebut. Hal ini disebabkan oleh eskalasi sengketa dagang sehubungan dengan rencana retaliasi tarif oleh Cina dan pengenaan tarif lanjutan oleh Amerika Serikat.

Selain itu, mata uang Korea Selatan, won, juga membawa mata uang Asia pada titik lemah. Obligasi luar negeri Indonesia pun tercatat mengalami penurunan.

“Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI melakukan langkah stabilisasi di pasar obligasi, Domestic Non Delivery Forward (DNDF), dan spot,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, pelemahan rupiah terjadi pasca rilis data neraca transaksi berjalan (current account) yang dirilis oleh Bank Indonesia akhir pekan lalu.

“Neraca transaksi berjalan tercatat defisit sebesar 2,6 persen dari PDB, membaik dibandingkan Q4-2018 yang tercatat defisit 3,59 persen dari PDB tetapi relatif masih tinggi dibandingkan Q1-2018 yang sebesar defisit 2,01 persen dari PDB,” kata dia. (sh/liputan6/republika)

 

DISKUSI: