Awal 2019, Korban Tewas Bencana Lebih Tinggi 192 Persen

0
123

Sumber: potret24.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan jumlah korban tewas akibat bencana alam dari Januari hingga April 2019 meningkat 192 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Untuk korban jiwa, juga terjadi kenaikan 192 persen dimana pada tahun 2018 terdapat 150 orang meninggal dunia dan hilang sedangkan pada 2019 korban meninggal dan hilang tercatat 438 orang. Begitu pula korban luka-luka juga mengalami kenaikan 212 persen. Korban luka pada tahun 2018 sebanyak 461 orang sedangkan tahun 2019 sebanyak 1.439 orang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho pada awal pekan ini.

Terkait Jumlah bencana, Sutopo menyebutkan, secara statistik bencana pada awal 2019 mengalami peningkatan 7,2 persen dibandingkan tahun 2018.  Pada 2018 terjadi 1.480 bencana sedangkan 2019 terjadi 1.586 kejadian bencana.

Berdasarkan data BNPB, lebih dari 98 persen bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi atau yang diakibatkan cuaca, sementara itu 2 persen lainnya yakni bencana geologi atau bencana yang disebabkan aktivitas permukaan bumi.

BNBP mencatat, ribuan bencana itu menyebabkan 3.588 rumah rusak berat, 3.289 rumah rusak sedang, 15.376 rumah rusak ringan, 325 sekolah, 235 fasilitas ibadah, dan 78 fasilitas kesehatan rusak.

Sutopo menuturkan, tiga bencana yang paling menimbulkan korban dan kerugian cukup besar dalam empat bulan terakhir adalah banjir dan longsor di Sulawesi Selatan pada 22 Januari lalu.  Peristiwa ini menyebabkan 82 orang meninggal, tiga orang hilang, dan 47 lainnya luka-luka. Kerugian ditaksir mencapai Rp 926 miliar.

Kedua, banjir dan longsor di Sentani, Papua pada 16 Maret lalu yang menewaskan 112 orang, 82 orang hilang, dan 956 lainnya luka-luka. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 668 miliar.

Terakhir, banjir dan longsor di Bengkulu pada 27 April juga menjadi yang paling merugikan lantaran menyebabkan 29 orang meninggal dunia, 13 orang hilang, dan 4 lainnya luka-luka. Data sementara mencatat bencana tersebut menyebabkan kerugian sebesar Rp 200 miliar.

Dia menilai, data menunjukkan bahwa ancaman bencana alam terus meningkat. Sementara itu, Tingkat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana besar masih rendah.

“Mitigasi baik struktural dan non struktural masih belum dijadikan prioritas dalam pembangunan di daerah. Upaya penanganan bencana masih banyak menitikberatkan pada darurat bencana. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan masih perlu ditingkatkan

Menutut BNBP, peningkatan bencana alam pada 2019 ini sebagian besar disebabkan curah hujan yang deras. Kombinasi antara alam dan antropogenik menjadi penyebab utama meningkatnya bencana. (sh/cnnindonesia/kompas)

DISKUSI: