Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Australia Salahkan Myanmar dalam Masalah Pengungsi Rohingya

Published 22/05/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

muslim rohingyaPerth, LiputanIslam.com — Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Julie Bishop, mendesak agar komunitas internasional menekan Myanmar untuk menghentikan kedatangan manusia perahu etnis Rohingya yang mencari suaka, seiring dengan pernyataan Perdana Menteri (PM) Tony Abbott bahwa Australia tidak akan menerima pengungsi Rohingya.

Pernyataan PM Abbott dan Menlu Bishop ini kembali menegaskan kebijakan Australia yang menolak kedatangan perahu para pencari suaka, meskipun dunia internasional telah mengecam aksi serupa dilakukan oleh negara lain.

Kebijakan Australia ini diumumkan sehari setelah Pemerintah Indonesia dan Malaysia menyatakan rencana menerima 4.000 pengungsi asal Rohingya dan Bengali yang terapung-apung di lautan. Demikian seperti dilansir Antara, Jumat (22/5).

Pemerintah Turki dan Indonesia telah meminta pertemuan dengan Menlu Bishop khusus membahas krisis ini di ibukota Korea Selatan, Seoul, karena tekanan di kawasan terus meningkat sejalan dengan semakin banyaknya pengungsi Rohingya Myanmar dan Bangladesh.

“Negara yang harus memikul tanggung jawab terbesar adalah negara-negara di kawasan yang letaknya paling dekat dengan sumber masalah,” kata PM Abbott.

“Dan sekarang pelakunya adalah Myanmar karena di Myanmar-lah masalah ini berasal,” tambahnya.

Pernyataan PM Abbott yang terkesan sama sekali tidak mau meringankan krisis manusia perahu di Asia Tenggara menafikan kenyataan bahwa sekitar 400 orang pencari suaka yang telah diselamatkan di Aceh berada dalam kondisi sangat buruk, sebagaimana disebutkan oleh juru bicara  International Organisation for Migration (IOM), Joe Lowry. Mereka menderita dehidrasi, kekurangan gizi, dan trauma berat.

Sementara itu Menlu Bishop di Seoul, kepada harian The Australian mengatakan bahwa Myanmar harus ditekan untuk mengatasi krisis ini, terutama dalam kaitannya menangani sekitar 1,1 juta orang warga Muslim Rohingya yang minoritas di sana.

“Saya rasa harus ada tekanan dari dunia internasional, termasuk dari Barat, kepada Myanmar agar memperlakukan Rohingya secara manusiawi dan mengizinkan mereka tinggal (di Myanmar) secara damai,” ujar dia.

Krisis manusia perahu Rohingya dan Bangladesh ini juga akan dibahas di Seoul oleh para diplomat tertinggi lima negara (MIKTA) yaitu Meksiko, Indonesia, Korea Selatan,Turki, dan Australia.

Indonesia akan diwakili oleh Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, setelah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membatalkan kehadirannya karena harus hadir di pertemuan dengan Menlu Thailand dan Malaysia.

Pertemuan berikutnya dijadwalkan di Bangkok pada 29 Mei, dan pihak Myanmar telah menyatakan bersedia untuk hadir. Padahal sebelumnya mereka menolak untuk datang. Sementara itu Australia akan diwakili oleh Duta anti-Penyelundupan Manusia, Andrew Goledzinowski.

Sementara itu Pemerintah Amerika Serikat mengakui bahwa Malaysia dan Indonesia telah meminta bantuan dari Amerika terkait pengungsi Rohingya ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Marie Harf, di Washington menyebutkan bahwa saat ini Pemerintahan Obama “tengah melihat dengan cermat”  proposal yang diajukan Malaysia dan Indonesia, dengan penekanan bahwa solusi masalah ini haruslah melibatkan banyak negara, dan Amerika siap menjadi pemimpinnya.

Amerika Serikat sendiri telah menerima lebih dari 1.000 pengungsi Rohingya sejak Oktober tahun lalu.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account