Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Australia Ingin Kirim Lebih Banyak Mahasiswa ke Indonesia

Published 17/02/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

paul grigsonCanberra, LiputanIslam.com — Bertolak belakang dengan retorika “permusuhan” para pejabat Australia akhir-akhir ini terkait hukuman mati warga Australia terpidana kasus narkoba, Dubes Australia di Jakarta Paul Grigson mengatakan bahwa negaranya ingin terus menguatkan kerja sama dengan Indonesia, termasuk di bidang pendidikan dengan mengirimkan lebih banyak warga negaranya berkuliah di Indonesia.

“Ini sangat sesuai dengan target New Colombo Plan (NCP) yang mendukung lebih banyak warga negara Australia untuk belajar di negara lain, lebih khususnya di Indonesia,” kata Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, kepada Antara di rumah dinasnya di Jakarta, Senin (17/2).

Menurut Paul Grigson, saat ini terdapat sekitar 100 orang Australia yang sedang kuliah di Indonesia, “dan kami ingin melihat lebih banyak lagi lewat program NCP dan program lainnya,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kerja sama di bidang pendidikan adalah salah satu strategi kunci dalam memperkuat hubungan Australia-Indonesia.

“Terdapat kesempatan yang lebih besar untuk bidang-bidang studi disain dan IT, karena bidang penelitian ini sedang booming,” kata diplomat senior yang pernah menjadi Dubes Australia untuk Myanmar (2003-2004) dan Thailand (2008-2010) itu.

Sebagai Dubes Australia yang baru menempati posnya pada awal tahun 2015, Paul Grigson ingin mempererat kerja sama Australia dan Indonesia di dua sektor yaitu pendidikan dan bisnis.

“Kerja sama bisnis bukan hanya untuk Australia berbisnis di Indonesia, tapi juga untuk Indonesia berbisnis di Australia,” ungkap diplomat mantan jurnalis kantor berita AAP itu saat acara ramah-tamah dengan penerima beasiswa NCP, Australian Awards, dan Endeavour.

Program NCP mulai diluncurkan pada tahun 2014, dengan sokongan dana dari Pemerintah Australia sebesar 100 juta dolar atau setara dengan Rp1 triliun, untuk periode 5 tahun ke depan.

NCP berorientasi memperdalam hubungan antara warga negara Australia dengan kawasan Indo-Pasifik lewat jejaring universitas dan bisnis.

Colombo Plan awalnya adalah suatu program yang digagas pada 1950-an.

Selama 30 tahun ada sekitar 40 ribu mahasiswa asing yang belajar di perguruan tinggi Australia lewat Colombo Plan.

“Sekarang kebalikannya, New Colombo Plan adalah mengirim warga Australia belajar ke negara-negara tersebut,” kata Menteri Luar Negeri Julie Bishop dalam wawancara dengan ANTARA di Canberra beberapa waktu silam.

Program awalan NCP dilaksanakan di Indonesia, Jepang, Singapura, dan Hong Kong, dengan 40 bentuk beasiswa dan hibah untuk sekitar 1.300 mahasiswa Australia.

NCP terbuka untuk mahasiswa Australia berusia 18-25 tahun.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account