
Tel Aviv, LiputanIslam.com — Washington telah melakukan pembicaraan dengan rezim Israel untuk menghentikan pembunuhan ilmuwan nuklir Iran karena akan memiliki pengaruh buruk pada negosiasi nuklir saat ini antara Teheran dan negara-negara besar dunia.
Dalam pengakuan yang jarang terjadi, disebutkan bahwa agen Mossad berada di balik pembunuhan ilmuwan nuklir Iran seperti laporan yang ditulis oleh Dan Raviv dan diterbitkan oleh CBS News. Laporan itu mengungkapkan bahwa para pejabat Washington telah melakukan komunikasi dengan badan-badan intelijen Israel untuk menghentikan penargetan ilmuwan karena hal itu dapat menggagalkan negosiasi nuklir antara Teheran dan kekuatan dunia.
Dalam laporannya, Dan Raviv, seorang wartawan yang ikut menulis sebuah buku tentang Mossad- badan operasi rahasia Israel, juga mengatakan bahwa selain dari tekanan Washington, badan intelijen Israel ini telah juga menyimpulkan bahwa operasi ini sangat berbahaya bagi mereka. Mereka tidak mau pengalaman pahit mereka terulang kembali, yaitu ditangkap dan digantung oleh Iran.
Dalam buku mereka yang terbit di tahun 2012 yang berjudul Spies Against Armageddon: Inside Israel’s Secrett, Raviv dan Yossi Melman wartawan Israel mengatakan bahwa mata-mata Israel telah menewaskan sedikitnya empat ilmuwan nuklir Iran.
Iran telah mengumumkan bahwa pembunuhan ilmuwan – termasuk Mostafa Ahmadi Roshan, Daryoush Rezaeinejad, Profesor Majid Shahriari , dan Profesor Masoud Ali Mohammadi yang telah dilakukan oleh agen-agen Israel.
Teheran sedang dalam negosiasi dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB – Rusia, Cina , Perancis, Inggris dan Amerika Serikat – plus Jerman untuk sepenuhnya menyelesaikan sengketa lama atas program energi nuklir Teheran.
Kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan nuklir interim di Jenewa , Swiss , pada tanggal 24 November 2013. Kesepakatan Jenewa mulai berlaku pada tanggal 20 Januari. Kedua belah pihak sekarang dalam mengejar kesepakatan komprehensif akhir. Iran telah berulang kali menekankan bahwa program energi nuklirnya dimaksudkan untuk tujuan damai. (LiputanIslam.com/AF)