AS Hentikan Sementara Pelatihan Militer Bagi Tentara Irak

0
11

Tentara AS tengah mendengarkan pidato Presiden Donald Trump di pangkalan militer al-Asad, Provinsi Anbar, Iraq, 26 Desember 2018. (Photo by AFP)

Baghdad, LiputanIslam.com—Militer AS menghentikan sementara pelatihan militer kepada pasukan Irak pasca pembunuhan Jenderal Iran, Qassem Soleimani. Demikian laporan dari Letnan Jenderal Jerman, Erich Pfeffer.

Dalam surat yang diberikan kepada komite pertahanan dan hubungan luar negeri Bundestag pada hari Jumat (3/1) kemarin, Erich Pfeffer melaporkan bahwa AS membuat keputusan itu untuk meningkatkan perlindungan bagi pasukan yang dikerahkan di Irak di bawah Operation Inherent Resolve (OIR).

“Dengan demikian, pelatihan bagi pasukan bersenjata di seluruh Irak untuk sementara ditangguhkan,” katanya dalam surat itu. Ia menambahkan, arahan itu mengikat bagi semua negara mitra yang terlibat dalam OIR di lokasi pelatihan di Irak.

Tak lama setelah itu, seorang pejabat pertahanan AS pada hari ini (4/1) membenarkan laporan tersebut. Ia menyebut, pelatihan pasukan asing pimpinan AS di Irak memang telah “dibatasi”.

“Prioritas kami adalah melindungi pasukan koalisi,” sebut pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.

“Kami tidak menghentikan [sepenuhnya]…  Kami [hanya] meningkatkan langkah-langkah keamanan dan pertahanan di pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan koalisi.”

Keputusan ini dilakukan setelah Pentagon mengumumkan bahwa AS telah mengirimkan setidaknya 3.000 tentara baru di Timur Tengah pasca pembunuhan Jenderal Soleimani.

Jenderal Iran tersebut merupakan ahli strategi pertahanan terkenal di dunia yang memainkan peran kunci dalam operasi kontra-terorisme yang meruntuhkan kelompok ISIS di Irak dan Suriah. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS: