AS Fokus Jarah Minyak Suriah di Saat Sekutunya Diserang Turki

0
802

LiputanIslam.com– Sejak beberapa hari lalu pasukan Kurdi dukungan AS menjadi target serangan masif Turki dan kelompok-kelompok bersenjata yang didukungnya di berbagai titik, seperti al-Hasakah dan sekitar Aleppo. Turki melancarkan serangan-serangan tersebut demi mengosongkan kawasan perbatasan sepenuhnya.

Jet dan artileri Turki bukan hanya menargetkan Tal Rafat dan Minbaj, tapi juga membombardir pusat kota Ayn al-Arab, 10 desa di sekitarnya, dan beberapa titik di utara al-Hasakah.

Sebanyak 5 serdadu SDF dan 2 warga sipil tewas akibat serangan-serangan ini. Sejumlah orang lain juga dikabarkan terluka.

Operasi militer Turki ini adalah bagian dari upaya untuk menjatuhkan pukulan telak kepada SDF dan menunda operasi militer yang akan dilakukannya di Tal Rafat dan Minbaj; operasi militer yang ditentang keras oleh Rusia dan Iran.

Di pihak lain, Turki juga berusaha menarik simpati kelompok-kelompok bersenjata loyalisnya dan mengurangi amarah mereka atas tindakan-tindakan Ankara di utara Suriah.

Seiring meningkatnya serangan Turki, SDF masih saja berharap kepada sekutu AS-nya. Namun SDF lupa bahwa Paman Sam masih sibuk mencuri minyak Suriah dan tidak punya waktu untuk memberi perhatian kepada kelompok Kurdi ini.

Panglima SDF, Mazloum Abdi dalam wawancara dengan al-Hurra baru-baru ini menyatakan bahwa semua menentang operasi militer Turki di utara Suriah. Ia mengaku pihaknya tetap menjalin kontak dengan AS terkait ancaman Turki.

Hal ini diungkapkan Abdi di saat Washington secara resmi telah memberi tahu SDF bahwa sebagian besar kawasan yang di ambang ancaman Turki berada di bawah kuasa Suriah dan Rusia. Sedangkan pangkalan-pangkalan AS di utara al-Hasakah tidak berada dalam bahaya. Ini berarti AS tidak memedulikan kawasan perbatasan dan serangan Turki terhadap SDF.

Para pakar berpendapat, Turki meningkatkan intensitas serangan ke SDF demi memaksanya meninggalkan basis-basis di perbatasan hingga kedalaman 30 km. Sebab itu, sebaiknya SDF menerima usulan Damaskus-Moskow dan menyerahkan basis-basisnya kepada Tentara Suriah.

Jika tidak, SDF berisiko harus menghadapi serangan-serangan Turki sendirian, sebab AS hanya memikirkan penjarahan minyak Suriah. Pemindahan lebih dari 400 tanker minyak sejak awal tahun hingga kini ke pangkalan al-Mahmudiyah dan mengeluarkannya ke luar Suriah adalah bukti penjarahan ini. (af/alalam)

DISKUSI: