AS Ancam Sanksi Siapa pun yang Terlibat di Pameran Internasional Damaskus

0
55

Sumber: Presstv

Damaskus,LiputanIslam.com—Amerika Serikat ancam akan jatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan yang menghadiri pameran perdagangan internasional di Suriah, sebuah langkah yang dikecam oleh Rusia dan Cina karena dianggap mengekang pembangunan kembali negara Arab itu pasca hancur akibat ulah kelompok teroris.

Ancaman ini diunggah melalui akun twitter oleh Dubes AS di Suriah yang telah meninggalkan negara itu konflik berkepanjangan selama delapan tahun. Ia mengancam setiap perusahaan asing yang melakukan bisnis dengan pemerintah Suriah, Bashar Al-Assad, sedang membuka kemungkinan jatuhnya sanksi AS.

Ia menyebut, bergabungnya para pengusaha dan individu dalam pameran itu tidak pantas dan tidak bisa diterima.

Melalui akun Facebook, dubes itu juga mengajak siapa pun untuk memberikan informasi terkait individu atau pun perusahaan yang telribat dalam pameran itu dan mengirimkan emailnya ke Departemen Perbendaharaan AS.

Peringatan ini disampaikan saat pemerintah Damaskus menggelar pameran rutin yang berlangsung sejak 28 Agustus hingga 6 September mendatang.

Menurut laporan dari kantor berita resmi Suriah (SANA), sekitar 38 negara telah berpartisipasi dalam pameran yang bertujuan untuk menggalang para investor menanamkan saham mereka di Suriah.

Baca: Pameran Internasional Suriah Bukti Kemenangan Assad

Pemerintah Rusia, sebagai sekutu utama Suriah, mengecam sikap pemerintah AS. Menurutnya, langkah itu hanya akan menghambat proses rekonstruksi di Suriah.

“Ini adalah hal biasa yang kami dengar terkait Suriah dan sejumlah negara lain yang lebih memilih berdikari ketimbang mengikuti kehendak negara lain,” ucap Menlu Rusia, Sergey Lavrov, merespon langkah AS.

Tak hanya Rusia, Cina pun memberikan dukungannya untuk Suriah. Dubes Cina untuk Damaskus, Feng Biao, menyebut ancaman itu tidak akan menggerakkan niat perusahaan-perusahaan Cina untuk ambil bagian dalam pameran di Suriah.

“Pameran Internasional Damaskus merupakan kekuatan utama bagi rakyat Suriah dan jendela menuju perkembangan ekonomi Suriah,” ucap Feng, dalam sebuah wawancara dengan SANA pada Selasa (27/8) malam. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS: