Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Antara Saudi, AS dan Israel dalam Serangan WTC 2001

Published 12/09/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

World-Trade-Center-AttackLiputanIslam.com — Selama bertahun-tahun sebagian publik Amerika telah meyakini bahwa pemerintah Amerika terlibat dalam Serangan WTC. Pada tahun 2002 lalu Michael Moore menulis buku “Stupid White Men” dan dilanjutkan dengan film dokumenter “Fahrenheit 911” yang memaparkan dengan jelas keterlibatan Presiden George Bush Jr dan keluarga kerajaan Saudi Arabia dalam serangan tersebut.

Puluhan kelompok masyarakat seperti asosiasi insinyur, asosiasi pemadam kebakaran, hingga para veteran pejabat keamanan dan inteligen Amerika telah mengirim petisi penolakan terhadap klaim pemerintah tentang Serangan WTC dan tuntutan diadakannya penyelidikan independen atas insiden tersebut. Tidak terhitung media-media dan blogger independen yang memaparkan secara mendetil konspirasi Serangan WTC.

Pada bulan Desember 2013 blog milik kelompok “oposisi” Tea Party, Family Security Matters, menuliskan laporan keterlibatan kepala inteligen Saudi, Pangeran Bandar bin Sultan dalam Serangan WTC. Sedikit berbeda dengan Michael Moore yang menekankan George W Bush sebagai konspirator utama dibantu kerajaan Saudi Arabia, maka laporan yang dibuat oleh Paul Sperry dari Hoover Institute tersebut menekankan pada peran sentral Bandar bin Sultan sebagai konspirator utama dengan dibantu oleh George W Bush.

Tapi benarkah hal itu yang sebenarnya terjadi? Mengapa, baik Michael Moore maupun Paul Sperry tidak menyinggung keterlibatan Israel dan lobi yahudi Amerika? Mengapa mereka tidak menyinggung tentang “5 dancing Israelis”, yaitu 5 agen Mossad yang menyamar sebagai pelajar Israel yang ditangkap polisi New York saat berpesta ria setelah merekam runtuhnya Gedung WTC? Mengapa mereka tidak menyinggung kedatangan Benjamin Netanyahu pada hari terjadinya Serangan WTC? Mengapa mereka tidak menyinggung tentang Larry Silverstein, pemilik Kompleks WTC berdarah yahudi dengan dikenal dekat dengan para pejabat Israel?

Baik Michael Moore maupun Paul Sperry adalah “agen provokator” zionis internasional yang ditugaskan untuk mengalihkan perhatian publik dari keterlibatan Israel dan orang-orang yahudi, sama seperti Alex Jones dari Prisons Planet. Sementara Family Security Matters bukanlah  sembarang blog. Ia adalah salah satu corong dari AIPAC, organisasi yahudi Amerika yang sangat berpengaruh. Editornya termasuk Senator Ted Cruz, mantan Menlu Condoleeza Rice dan mantan dubes Amerika di PBB yang sangat anti Islam, John Bolton.

Pemerintah Amerika dan Saudi tentu saja terlibat dalam konspirasi Serangan WTC, namun aktor utamanya adalah para zionis internasional.

Selama ini sebagian besar publik Amerika masih percaya pada keterangan pemerintah Amerika tentang Serangan WTC, yaitu sekelompok anggota Al Qaida dengan cara yang ajaib berhasil menerobos sistem keamanan bandara-bandara Amerika, membajak pesawat-pesawat komersil dan dengan ajaib pula mengendalikan pesawat-pesawat jet besar tersebut menghantam Menara Kembar WTC dan Gedung Pentagon.

Namun keterangan pemerintah itu tidak menjelaskan mengapa sistem pertahanan udara Amerika yang sangat canggih itu tiba-tiba “mogok bekerja” sehingga pesawat-pesawat itu leluasa menabrakkan dirinya ke sasaran. Keterangan itu juga tidak menyebutkan runtuhnya Gedung WTC 7, gedung 47 lantai di kompleks WTC yang ikut-ikutan runtuh meski tidak terkena serangan.

Seiring berkembangnya informasi, terutama karena adanya internet dan media-media massa independen, masyarakat Amerika pun kini percaya bahwa Serangan WTC adalah sebuah kejahatan konspirasi.

Akhir tahun lalu dua anggota legislatif Amerika (Congress) Stephen Lynch (D-MA) dan Walter Jones (R-NC), secara resmi mengajukan tuntutan kepada Presiden Barack Obama untuk “membongkar” laporan investigasi tentang Serangan WTC.

Berdasarkan otoritas yang diberikan, mereka berdua mendapatkan 28 halaman laporan yang “disembunyikan” pemerintah dari 800 laporan yang lengkap. 28 halaman dari laporan tersebut adalah satu bab berjudul “Specific Sources of Foreign Support“. Dari laporan yang diberikan kepada Congress, antara 5 ribu hingga 10 ribu kata telah dihilangkan dan diganti dengan titik-titik.

Temuan itu membongkar tidak hanya keterlibatan negara “asing” dalam kejahatan Serangan WTC, namun juga keterlibatan pemerintah Amerika sendiri. Suara 2 orang anggota legislatif itu bisa dipastikan tidak akan mengubah banyak keadaan, namun setidaknya menjadi preseden baru bagi upaya pembongkaran konspirasi WTC.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account