Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Annas Desak Keluarkan Fatwa Syiah Sesat, Ini Tanggapan MUI

Published 26/08/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE
Foto: Republika
Foto: Republika

Jakarta, LiputanIslam.com — Saat pemerintah, aparat, dan masyarakat bahu membahu menangkal penyebaran ISIS di Indonesia, tidak demikian halnya dengan Aliansi Nasional Anti Syiah (Annas). Mereka menuntut Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Syiah adalah sesat, dan bukan bagian dari mazhab Islam.

“(Meminta) pemerintah untuk mencabut izin dari seluruh organisasi, lembaga dan yayasan yang terkait Syiah,” kata Ketua Harian Annas, KH Athian Ali, melalui surat resmi yang disampaikan kepada MUI, Selasa, 26 Agustus 2014, seperti dilansir Republika. (Baca juga: Dr. Abdul Muta’ali: ISIS Bukan Representasi Islam)

Surat itu dibacakan dan diserahkan Athian Ali kepada Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin serta Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, H Muhyidin Djunaidi dan Dr H Anwar Abbas.

Menurut Annas, Kelompok Syiah semakin berani dan masif melakukan taqiyyah, bersikap munafik, dan terus-menerus melakukan pendidikan di bidang sosial masyarakat. Apalagi, menurut Annas, terjadi pembiaran politik terhadap Syiah di satu sisi dan penolakan oleh umat Islam terhadap Syiah di sisi lain. (Baca juga: Aparat Gerebek dan Tangkap Terduga Teroris di Serang)

Menurut Annas, masih banyak umat Islam yang belum tahu kesesatan Syiah. Jadi, MUI sebagai institusi yang mewadahi umat Islam diharapkan segera mengingatkan pemerintah.

Namun, pernyataan ini berbeda dengan himbauan Ketua Umum MUI, Din Syamsudin, yang pernah menyerukan untuk menghentikan provokasi Sunni-Syiah. Din lebih lanjut menegaskan agar jangan mudah mengkafirkan kelompok lain yang masih mengucapkan syahadat. Din juga mengakui bahwa banyak pemikir, filsuf, ilmuwan muslim di masa lalu berasal dari kalangan Syiah. (Baca juga: Lawan Syiah, Perlu Ekspansi Militer)

Surat yang disampaikan Annas ditandatangani di Bandung pada 9 Juni 2014. Penandatangan surat ini adalah KH Athian Ali, dan Almarhum KH. Abdul Hamid Baidhlawi Ketua Dewan Syuro Annas, yang menandatangi surat sebelun wafat.

Pada bulan April lalu, juga digelar Deklarasi Aliansi Nasional Anti-Syiah di Bandung, dan salah satu pembicaranya yaitu Ustadz Abu Jibril, ia menyatakan bahwa Syiah itu kafir dan wajib dibunuh. (Baca juga: Abu Jibril Sebut Syiah Wajib Dibunuh)

Lantas, Bagaimana Tanggapan MUI?

KH Ma’ruf Amin menyatakan tidak mudah untuk mengeluarkan fatwa tentang Syiah. Namun meski belum mengeluarkan fatwa Syiah sesat, namun MUI sudah mengeluarkan buku yang menyatakan aliran Syiah termasuk aliran sesat. “Belum ada kesepakatan MUI terkait fatwa tentang Syiah,” kata Ma’ruf.

Dijelaskannya, untuk menjadi fatwa maka perlu ada penambahan fakta-fakta. “Dalam MUI, ada mekanisme yang harus dilalui dalam Komisi Pengkajian dan Komisi Fatwa MUI. Mekanisme ini harus dilalui berdasarkan 10 kriteria aliran sesat yang sudah ditetapkan MUI,” jelasnya.

Ma’ruf juga memastikan pengurus MUI tidak ada yang beraqidah Syiah, meskipun ada pengurus MUI Pusat yang berbeda pandangan tentang aliran Syiah. “Tentu perbedaan pandangan dan pendapat itu harus dihargai karena MUI mematuhi mekanisme yang berlaku,” paparnya.

Terkait buku terbitan ‘merah’ terbitan MUI, KH Alawi al-Bantani, seorang ulama NU telah meluruskan fatwa tersebut dalam bukunya yang berjudul Kyai NU Meluruskan Fatwa Merah MUI dan DDII.

Saat menyampaikan pengajian bertema persatuan Sunni dan Syiah berdasarkan Deklarasi Amman, Kyai al-Bantani menyatakan bahwa kerukunan Sunni dan Syiah akan menguatkan Islam dan sebaliknya, perpecahan di antara kedua madzhab Islam ini akan semakin melemahkan Islam. Menurutnya, perpecahan itu memang sengaja didesain agar umat Islam selalu ribut di antara sesamanya dan melupakan urusan yang lebih penting, yaitu memegang pos-pos penting di pemerintahan. 

Dan dalam beberapa bulan terakhir, di  berbagai daerah Indonesia, digelar seminar dan bagi-bagi buku ‘merah’ tersebut secara gratis.

Namun dari  sumber Liputan Islam, secara informal KH Dr. M Hidayat, anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, pernah menyatakan bahwa tidak ada satu pun keputusan resmi dari MUI tentang fatwa yang tidak diketahuinya. Sehingga, aneh bila masyarakat menerima buku panduan MUI tentang penyimpangan Syiah, sedangkan anggota DSN-MUI tidak pernah menerbitkannya.

“MUI itu dananya terbatas. Tak mungkin bisa menyelenggarakan banyak acara ceramah sambil bagi-bagi buku gratis,” kata KH Dr. M Hidayat. Ia menambahkan, bila ada paham sesat, MUI menerbitkan fatwa yang hanya terdiri dari 2 hingga 3 halaman.  (ba)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account