Anggaran Militer AS Naik Lagi Setelah 7 Tahun

0
123

Washington, LiputanIslam.com—Pemerintah Donald Trump meningkatkan anggaran militer untuk pertama kalinya selama tujuh tahun. Demikian laporan dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada hari ini (29/4).

Keputusan ini membuat anggaran militer AS mencapai level tertinggi sejak 1988.

“Peningkatan anggaran [militer] AS didorong oleh implementasi program pembelian senjata pada 2017 di bawah pemerintahan Trump,” kata direktur program Arms and Military Expenditure (AMEX) SIPRI, Aude Fleurant.

Secara umum, anggaran militer di seluruh dunia juga naik 2,6 persen, yaitu mencapai total $1,8 triliun selama tahun lalu.

Sebanyak 60% anggaran militer total di dunia dipegang oleh 5 negara: AS ($649 miliar), Cina ($250 miliar), Arab Saudi ($67.6 miliar), India ($66.5 miliar) dan Prancis ($63,8 miliar). Negara-negara lainnya adalah Rusia ($61,4 miliar) dan Inggris ($50 miliar).

Pada Agustus 2018, Presiden AS Donald Trump meresmikan RUU anggaran militer 2019 dan memberi wewenang kepada Departemen Pertahanan untuk menginvestasikan sekitar $717 miliar untuk melawan Rusia dan Cina.

UU ini memungkinkan Pentagon memakai $639,1 miliar untuk pendanaan dasar, $69 miliar untuk mendanai perang di luar negeri, dan sekitar $ 8,9 miliar untuk anggaran wajib militer.

Mantan presiden AS Jimmy Carter pada awal bulan ini mengakui bahwa negaranya “hanya pernah menikmati 16 tahun perdamaian sepanjang sejarah…” Sehingga, AS menurutnya adalah “negara paling suka perang di dunia”. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan Washington memaksa negara lain untuk “mengadopsi prinsip-prinsip Amerika kita.” (ra/presstv)

 

DISKUSI: