Analis: Kushner Anggap “Nihil” Status Kenegaraan Warga Palestina

0
177

LiputanIslam.com—Seorang penulis Senior sekaligus analis yang berbasis di Swedia berpendapat bahwa rencana ekonomi yang diangkat oleh Jared Kushner dalam konferensi Bahrain tempo hari mengasumsikan warga Palestina tak miliki status kenegaraan.

“Saya telah memeriksa dokumen Kushner secara seksama,” ucap Hussein Askary dalam sebuah wawancara dengan Tasnim.

“Di dalam dokumen itu tertulis istilah ‘orang Palestina’, namun tidak satu kalipun tertulis istilah ‘negara’, ‘Otoritas Palestina’, atau ‘Palestina’. Padahal jika melihat siapa Kushner, kita tau hal ini tidak akan dilakukan. Jadi, ‘orang Palestina’ di sini dianggap sebagai orang yang tak memiliki negara,” tambahnya.

Menurutnya, orang-orang Palestina dianggap sebagai kumpulan orang yang menghuni daerah Tepi Barat dan Gaza. Orang-orang Palestina yang foto-fotonya ditampilkan dengan wajah bahagia dan optimis akan menikmati hidup mereka di bawah bayang-bayang senjata tentara Israel.

Baca: Penutupan Konferensi Bahrain, Kushner Sebut Para Pemimpin Palestina Gagal

Konferensi yang disponsori oleh AS di Bahrain telah berakhir pada Rabu beberapa hari lalu. Konferensi membahas rencana perdamaian Palestina-Israel ala Amerika yang berada dalam naungan Deal of the Century. Konferensi ini mendapatkan kecaman dari beberapa negara, khususnya Palestina. Mereka menolak prakarsa perdamaian oleh AS, karena dianggap terlalu memihak Israel. (fd/Tasnim)

DISKUSI: