Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Amerika akan Bertahan di Afghanistan Hingga 2024

Published 12/02/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

us troop afghanistanKabul, LiputanIslam — Amerika akan mempertahkan pasukannya di Afghanistan hingga 2024 sebagai bagian dari rencana strategis global Amerika. Seorang analis politik menyatakan hal itu terkait laporan media terkemuka Amerika The Wall Street Journal baru-baru ini tentang ide Amerika untuk mengabaikan ketetapan Presiden Hamid Karzai untuk tidak menandatangani perjanjian keamanan Afghanistan-Amerika.

“Keinginan Amerika adalah tetap berada di Afghanistan setidaknya selama 10 tahun setelah 2014 (jadwal penarikan pasukan Amerika),” kata Brian Becker dari lembaga kajian ANSWER Coalition kepada Press TV, Selasa (11/2).

Menurut Brian, Washington ingin tetap berada di Afghanistan sama sekali bukan untuk melindungi kepentingan negeri tersebut, melainkan untuk menjaga kepentingan global Amerika di kawasan yang strategis.

Sebagaimana laporan The Wall Street Journal yang mengutip pernyataan seorang pejabat senior Amerika, Amerika kemungkinan akan menunggu Presiden Karzai selesai masa tugasnya tahun ini sebelum mengajukan kembali pakta kerjasama keamanan Afghanistan-Amerika yang akan memberikan hak tinggal bagi sebagian besar pasukan Amerika setelah selesai mandatnya tahun ini.

“Jika ia (Karzai) tidak mau menjadi bagian dari pemecahan masalah, kita harus mencari jalan untuk membiarkannya lewat,” kata pejabat yang tidak disebutkan identitasnya kepada The Wall Street Journal.

Menurut Brian Becker sendiri, Hamid Karzai merupakan sosok yang paradoksial. Ia didudukkan ke kursi kepresidenan oleh Amerika. Namun setelah melihat rakyat menentang pendudukan asing, ia ingin meninggalkan legasi yang baik dengan menolak keberadaan pasukan Amerika setelah tahun 2014.

Upaya Penyuapan Amerika

Sementara itu analis politik William Beeman mengatakan bahwa Amerika tengah berupaya untuk menyuap Hamid Karzai dalam bentuk paket bantuan besar-besaran, agar yang bersangkutan lunak hatinya dan menyetujui perjanjian keamanan Afghanistan-Amerika.

“Keputusan untuk menyediakan lebih banyak uang atau bantuan merupakan upaya untuk menyuap pemerintahan Karzai untuk mengakomodasi kepentingan Amerika di Afghanistan,” kata Beeman, profesor anthropologi di University of Minnesota, kepada Press TV, hari Senin (10/2).

Sebagaimana diketahui, pada hari Senin (10/2) Amerika mengumumkan rencana bantuan senilai $300 juta kepada Afghanistan. Di bawah inisiatif US Agency for International Development (USAID), $125 juta akan diberikan untuk membangun sektor pertanian, $77 juta untuk mempromosikan Afghanistan di kalangan investor internasional dan $100 juta akan dialokasikan untuk sektor pendidikan.(ca/press tv)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account