Akhir Pekan, Rupiah Berada di Bawah Posisi Rp 14.000 per Dolar AS

0
193

Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (13/12) menguat sebesar 42 poin atau 0,3 persen ke posisi Rp 13.990 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (BI), rupiah menguat dari posisi Rp 14.042 per dolar AS ke posisi Rp 13.982 per dolar AS.

Pada pembukaan pasar, rupiah sudah bergerak positif ke posisi Rp 13.975 per dolar AS atau menguat 0,32 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Baca: Chatib Basri: Rupiah akan Bergejolak pada 2021

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai, penguatan rupiah terjadi karena adanya beberapa tekanan terhadap dolar AS. Pertama, pasar sedang berhagia karena proses kesepakatan dagang antara AS dan China berjalan dengan baik. Dalam hal ini, AS berencana menunda pengenaan tarif terhadap produk buatan China dengan nilai 160 miliar dolar AS.

“Optimisme juga merebak di Washington dan Beijing dan membuat Presiden AS Donald Trump tampak sumringah. Ia menegaskan kesepakatan dagang AS-China sudah sangat dekat. Indeks dolar AS pun melemah,” ujar Ibrahim, Jumat (13/12).

Kedua, Inggris mempercepat penyelenggaraan Pemilihan Umum yang seharusnya dilakukan pada 2022. Menurut Ibrahim, tidak akan ada perubahan kepemimpinan di Inggris sehingga kebijakan tidak akan banyak berubah.

“Sinyalnya tidak ada perubahan kepemimpinan di Inggris. Begitu pula dengan proses perceraian inggris dengan Uni Eropa diharapkan lebih mulus karena tidak ada perubahan kebijakan,” kata dia.

Ketiga, pelaku pasar masih merespon positif kebijakan moneter bank sentral yang tetap menahan tingkat suku bunga acuannya. (sh/cnbcindonesia/cnnindonesia)

 

DISKUSI: