Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Ada AS di Balik Aksi-Aksi Demonstrasi Hongkong (2)

Published 13/10/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Hong Kong Democracy ProtestLiputanIslam.com — Hongkong Transition Project adalah “pemain penting” dalam gerakan reformasi di Hongkong. Salah satu tugas pentingnya adalah melegitimasi referendum demokrasi yang digelar oleh Occupy Central bulan Juni lalu, yang selanjutnya menjadi dasar pembenaran aksi-aksi demonstrasi yang terjadi kemudian.

Media Inggris Guardian pada bulan Juni lalu menulis artikel dukungan bagi aksi-aksi demonstrasi berjudul “Referendum Tak Resmi Pro-Demokrasi Hong Kong menjengkelkan Beijing”, menyebutkan bahwa 730.000 warga Hongkong telah menandatangani petisi tuntutan referendum Hongkong yang mempermalukan Cina.

Kelompok Occupy Central, yang pada referendum itu menambahkan namanya dengan “dengan Cinta dan Perdamaian” pada dasarnya tengah memaksa Beijing untuk menyetujui tuntutan mereka: pemilu langsung tanpa campur tangan pemerintah Cina. Terutama dengan ancaman mereka untuk menduduki kawasan-kawasan bisnis (Central) dan pemerintahan Hongkong (Admiralty) jika tuntutan itu tidak disetujui Cina.

Transition Project juga terkait dengan kelompok-kelompok yang didanai pemerintah AS lainnya seperti Civic Exchange. Didanai oleh Exxon, NDI, British Council, Rockefeller Brothers Fund, Morgan Stanley, Citi Group, hingga Konsulat Inggris di Hongkong sendiri, klaim kelompok Civic Exchange sebagai “lembaga kajian kebijakan publik yang independen” adalah sebuah lelucon.

National Democratic Institute (NDI) dalam situs resminya secara terbuka menyebutkan tujuannya di Hongkong:

“Pada tahun 2005, NDI menginisiasi program kepemimpinan politik pemuda selama 6 bulan yang berfokus pada melatih sekelompok politisi yang tengah naik daun dalam hal kemampuan komunikasi politik. Pada tahun 2006, NDI melancarkan program pelatihan kampanye Dewan Distrik bagi kandidat-kandidat dan menejer kampanye sebelum pemilihn tahun 2007.”

NDI juga telah menggelar beberapa kali acara diskusi politik yang melibatkan para politisi, pejabat pemerintah, dan aktor-aktor “civic society” Hongkong dengan tujuan mengkampanyekan reformasi politik di Hongkong.

Pada tahun 2012, NDI mendukung kelompok SynergyNet menghadirkan berbagai panelis dari lintas partai politik dan idiologi mendiskusikan tentang sistem pemerintahan koalisi yang dianggap dapat mempermudah proses legislasi.

“Sesungguhnya organisasi-organisasi, forum-forum dan kelompok-kelompok politik yang terafiliasi dengan kelompok gerakan “Occupy Central” terasosiasi dengan dan dikendalikan oleh kepentingan-kepentingan asing, khususnya pemerintah AS melalui NDI. Karena “demokrasy” adalah “pemerintahan sendiri,” dan setiap langkah yang dilakukan “Occupy Central” terkait dengan kepentingan asing, maka “demokrasi” tentu saja adalah bukan agenda sebenarnya dari aksi-aksi protes itu,” tulis Cartalucci dalam artikelnya.

“Sebaliknya, ini adalah “rekolonisasi halus” oleh Washington, Wall Street, dan London,” tambah Cartalucci.

Menurut Cartalucci, jika “Occupy Central” berhasil memaksa Beijing mengijinkan orang-orang mereka memimpin Hongkong, maka yang berkuasa di Hongkong pada dasarnya adalah kepentingan asing melalui kaki tangannya, bukan rakyat Hongkong sendiri.

“Occupy Central” hanya salah satu dari beberapa “langkah gambit” yang dilakukan AS melawan Cina. Dan hal itu tampak jelas dalam situs resmi NED, yang sebanyak 4 halamannya membuka kegiatan NED di Cina yang difokuskan pada 4 bagian: Cina pada umumnya, Tibet, Xinjiang dan Hong Kong.

Seluruh pendanaan NED ditujukan kepada kelompok-kelompok oposan Cina. Mereka berkisar dari organisasi-organisasi “pengamat” dan “media”, partai-partai politik hingga kelompok-kelompok ekstrim. Semua itu sangat jelas menunjukkan tujuan AS untuk mengepung, mengekang dan kemudian menumbangkan pemerintahan Cina dan menggantinya dengan regim baru yang disukai AS.(ca)

 

NB: Tulisan pertama artikel ini silakan klik di sini.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account