Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

40 Tahun Menderita, Nenek Rohingya: Kami Ingin Kedamaian

Published 09/07/2018 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Cox’s Bazar, LiputanIslam.com—Gul Zahar adalah seorang nenek Rohingya yang telah mengalami penderitaan selama 40 tahun. Menjadi pengungsi di usianya ke 90, Gul Zahar telah mengalami persekusi di Myanmar sebanyak tiga kali sepanjang hidupnya: pertama di tahun 1978, lalu tahun 1991, dan terakhir tahun 2017.

Di usia setua ini, Gul mengakui bahwa ia sudah tidak lagi mengingat semua hal. Namun, dia memastikan tidak akan lupa kejahatan brutal yang dilakukan oleh tentara Myanmar kepada keluarganya selama puluhan tahun terakhir.

“Mereka memukul kami,” kata Gul, seperti dikutip oleh Al-Jazeera. “Mereka menculik kami, mereka memenjarakan kami.”

“Kami berjuang setiap hari, bertahan hidup dan berpindah-pindah tempat,” jelasnya sebelum terdiam lama. Matanya kemudian menatap jauh, wajahnya  memperlihatkan ekspresi menyakitkan.

Ketika ditanya apakah ia ingin pulang ke kampung halaman, Gul menjawab dengan sederhana: “Saya ingin meninggal ketika ada kedamaian. Saya ingin meninggal di tempat orangtua saya meninggal.”

Sudah lama ini, kasus Rohingya tidak juga terselesaikan. Baru-baru ini PBB menyampaikan keraguan jika komunitas Muslim Rohingya dapat kembali ke Myanmar di tengah kekerasan yang masih berjalan secara sistematis di negara itu.

Hal ini disebabkan pemerintah Myanmar tidak melakukan perbaikan dalam sistem hukum yang diskriminatif, yang dapat membuat kawasan Rakhine aman dan stabil.

“Mari bersama-sama ciptakan mekanisme yang bertanggungjawab… Ini saatnya bekerja daripada hanya bicara,” kata penyelidik HAM khusus PBB, Yanghee Lee, dalam sebuah konferensi pers di Dhaka pada Minggu (8/7/18).

Sebelum konferensi pers tersebut, Lee telah melakukan kunjungan ke kota pelabuhan Bangladesh, Cox’s Baza, selama 10 hari.

Dia melaporkan bahwa komunitas Rohingya sedang membutuhkan hak kesempatan dalam pendidikan, kebebasan untuk mendapatkan kebutuhan dasar, termasuk kebutuhan medis.

Pada Jumat lalu, organisasi Dokter untuk HAM (PHR) juga mengkonfirmasikan kejahatan brutal yang dihadapi para pengungsi Rohingya di kampung mereka di Myanmar.

Para pengungsi yang selamat kini tinggal di kamp pengungsi di Cox’s Bazar, Bangladesh.

Mereka bercerita kepada dokter-dokter dari PHR tentang apa-apa yang mereka alami di tangan tentara militer Myanmar yang menghancurkan desa mereka.

Kepada Reuters, PHR meyakinkan bahwa seluruh korban yang terluka oleh tembakan atau pemboman didukung oleh bukti yang nyata. (ra/presstv)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account