Tertembak Jatuhnya Drone Israel di Libanon dan Gaza, Babak Baru Keterpukulan Zionis

0
404

LiputanIslam.com –  Dalam beberapa hari terakhir ini sebanyak tiga drone Israel tertembak jatuh, dua di Libanon akibat serangan Hizbullah dan satu lainnya di Jalur Gaza akibat serangan Hamas. Dua kelompok pejuang resistensi Islam anti-Zionis itu menembak pesawat-pesawat nirawak Israel tersebut dengan sistem pertahanan udara canggih yang telah mereka miliki.

Peristiwa ini tak pelak menjadi pukulan yang menyakitkan bagi Israel dan pasukan Zionisnya. Juru bicara militer Israel Avichai Adraee mengakui peristiwa tersebut, namun sembari mencoba mengecilkan tingkat kerugian Israel ketika dalam sebuah pernyataan resmi dia mengklaim tak ada kekhawatiran ihwal kebocoran informasi.

Klaim itu tidaklah faktual, mengingat semua drone itu dijalankan dengan misi pengintaian serta dilengkapi dengan perangkat pemantauan dan alat pencitraan canggih, yang kini jatuh ke tangan para pejuang di Libanon dan Palestina.

Sebelum tertembak, drone-drone itu memasuki dan melanggar zona udara Jalur Gaza dan Libanon dengan tanpa khawatir akan berhadapan dengan sistem pertahanan udara yang sanggup menjatuhkannya.  Tapi setelah tercegat dan tertembak jatuh maka terungkaplah perkembangan baru yang signifikan di zona konflik.

Para petinggi politik dan militer Israel sudah pasti sangat terpukul oleh keberhasilan para pejuang Libanon dan Palestina memiliki sistem pertahanan udara canggih, dan ini terjadi ketika Israel merasakan pahitnya fakta para mujahidin Poros Resistensi itu juga telah memiliki puluhan ribu rudal presisi yang menjangkau semua wilayah Israel (Palestina pendudukan 1048).

Apa yang diklaim militer Israel bahwa mereka tak khawatir akan bocornya informasi tidaklah lebih dari upaya menutupi keterpukulannya oleh jatuhnya tiga drone mereka dalam waktu yang nyaris bersamaan, padahal Israel sudah mengekspor drone jenis itu ke beberapa negara dengan asumsi bahwa drone itu canggih dan paling tak mudah dijatuhkan.

Pada 25 Agustus tahun lalu Hizbullah juga telah menjatuhkan dua drone Israel di langit Libanon selatan dengan kondisi satu diantaranya utuh. Hizbullah membawanya ke tempat yang aman untuk dibongkar dan diketahui kecanggihan teknologinya. Beberapa bocoran informasi menyebutkan adanya dugaan bahwa dua atau salah satu drone itu diterbangkan Israel untuk misi pembunuhan para tokoh terkemuka Hizbullah, yang ternyata berhasil digagalkan melalui operasi pemantauan keamanan secara akurat.

Perkembangan ini juga mengingatkan orang pada insiden dahsyat tertembak jatuhnya drone supercanggih Global Hawk milik Amerika Serikat (AS) di langit Selat Hormuz pada bulan Juni 2019. Peristiwa ini menandai prestasi terbesar dalam “perang drone” sejauh ini, mengingat bahwa drone AS itu merupakan drone pengintai terbesar miliknya serta merupakan permata mahkota industri militer AS seharga ratusan juta Dolar,  yang sanggup terbang pada ketinggian optimal hingga 20 kilometer serta dilengkapi dengan berbagai perangkat spionase mutakhir.

Militer Iran telah memamerkan serpihan drone AS itu dalam sebuah konferensi pers di mana juru bicaranya menyebutkan bahwa drone itu berhasil dipecahkan kodenya, serta dibongkar dan dipelajari komponennya oleh para ahli Iran.

Informasi mengenai tiga drone Israel yang tertembak jatuh di Libanon dan Jalur Gaza sejauh ini masih langka, namun yang pasti para pejuang di dua wilayah itu telah menyembunyikannya di tempat yang aman.

Dari mana Hizbullah dan Hamas mendapatkan sistem pertahanan udara canggih untuk menjatuhkan drone Israel? Jawabannya tentu mengarah pada Iran, dan inilah yang lagi-lagi menambah gelisah militer Israel dan turut mendorong kepala staf umumnya, Aviv Kochavi, melontarkan ancaman keras untuk menyerang Jalur Gaza dan Libanon sembari mengingatkan penduduk setempat agar meninggalkan daerah-daerah sekitar gudang amunisi dan senjata Hizbullah dan Hamas, serta mengumumkan penyediaan rencana serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Alhasil, angkasa Gaza dan Libanon sudah tak lagi aman bagi setidaknya pesawat nirawak Israel, sebagaimana dikatakan oleh para mujahidin Palestina. Situasi sudah berubah di mana tak ada lagi jaminan bahwa drone yang masuk ke dua wilayah itu akan dapat kembali ke pangkalannya dengan selamat. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Hizbullah Ledakkan Drone Militer Israel di Angkasa Libanon

[Video]: Hizbullah Jatuhkan dan Kuasai Drone Pengintai Israel di Libanon

DISKUSI: