Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

11 Wanita India Meninggal Setelah Lakukan Sterilisasi

Published 12/11/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

india sterilisasiNew Delhi, LiputanIslam.com — Sebelas wanita India tewas setelah menjalani operasi sterilisasi di sebuah klinik pemerintah di negara bagian Chhattisgarh, India tengah. 50 wanita lainnya harus dirawat di rumah sakit, 20 di antaranya dalam kondisi kritis setelah mereka menjalani operasi tubectomi.

Para pejabat setempat membantah telah melakukan tindakan keteledoran, namun 4 orang yang dianggap bertanggungjawab telah ditahan dan polisi telah melakukan penyidikan atas kasus ini. Demikian BBC News melaporkan, Selasa (11/11).

Program sterilisasi digelar pemerintah untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk India yang saat ini telah mencapai angka 1,3 miliar jiwa. Sebagian besar program ini berlangsung di wilayah-wilayah marginal dimana para wanita bahkan mendapatkan hadiah untuk disterilisasi.

Operasi tubectomi (kebiri) maut itu berlangsung hari Sabtu (8/11) di Desa Pendari, Distrik Bilaspur. Warga setempat mengatakan sebanyak 83 wanita usia antara 26 dan 40 tahun menjalani operasi singkat hanya dalam waktu 6 jam oleh seorang dokter dan asistennya. Tidak lama setelah menjalani operasi, para wanita itu mengeluh sakit dan demam.

Keluarga korban menyebutkan kondisi klinik tersebut sebagai “menjijikkan”.

“Mereka hanya mengoperasi mereka dan kemudian meninggalkan mereka. Itu adalah tempat yang terpencil, tidak ada fasilitas di sana,” kata DR Shinde kepada Associated Press.

Penyelidikan awal menemukan bahwa penyebab kematian adalah infeksi dan pendarahan. Demikian keterangan Wakil Direktur Kesehatan Negara Bagian, Amar Singh kepada Press Trust of India.

BBC melaporkan, para korban umumnya berasal dari kalangan yang sangat miskin. Mereka yang selamat kini mendapat perawatan di 3 rumah sakit berbeda di distrik tersebut.

Yang mengejutkan adalah, salah seorang yang kini ditahan adalah dokter yang tahun lalu mendapat penghargaan karena telah melakukan 50.000 sterilisasi. Demikian sebut BBC Hindi.

Pada awal tahaun 2012 lalu 3 orang ditangkap di negara bagian Bihar setelah melakukan operasi tubektomi terhadap 53 wanita di lapangan tanpa anestesi.

Tubektomi atau operasi sterilisasi pada wanita dilakukan dengan menyekat saluran indung telur untuk mencegah terjadinya pembuahan di rahim. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan klip, klem atau cincin kecil, atau dengan memotong saluran itu.

Meski tergolong mudah, operasi ini menjadi beresiko tinggi jika tidak dilakukan dengan tepat, seperti infeksi dan pendarahan yang bisa berujung maut jika tidak ditangani dengan cepat.

Laporan-laporan menyebutkan, para wanita-wanita miskin di distrik itu mendapatkan insentif sebesar $20 atau sekitar Rp250 ribu untuk mau menjalani sterilisasi. Demikian juga para dokter mendapatkan insentif khusus untuk setiap operasi yang mereka lakukan.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account