Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Trump Terbukti Bersalah, Jangan Terlalu Agungkan Kebijakan AS!

Published 22/01/2021 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Di bawah presiden barunya, yaitu Joe Biden, AS terlihat serba berbeda. Begitulah gestur politiknya. Begitu menjabat, presiden tertua dalam sejarah pemerintahan AS itu langsung mengeluarkan beberapa keputusan yang intinya membatalkan berbagai kebijakan pendahulunya, yaitu Donald Trump. Biden menyatakan bahwa AS kembali bekerja sama dengan WHO, kembali menaati Perjanjian Iklim Paris, serta membatalkan sejumlah kebijakan Trump terkait dengan imigran.

Terkait dengan pandemi, Biden menyatakan AS segera kembali bergabung menjadi anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan ini mengoreksi kebijakan Trump yang menyatakan negaranya keluar dari WHO. Saat itu, Trump beralasan bahwa  WHO tidak terbuka dalam penanganan Covid-19. Trump juga menuduh WHO dipengaruhi oleh China dalam kebijakan penanganan Covid-19.

Isu lain yang dikoreksi Biden terkait dengan partisipasi AS dalam masalah lingkungan. Saat berkuasa, Trump menyatakan pemerintahannya keluar dari Perjanjian Iklim Paris dengan alasan ingin menjaga kestabilan ekonomi di sektor eksplorasi energi, terutama minyak bumi, gas alam, dan batubara. Kini, di bawah, Biden,  AS menyatakan bahwa kebijakan tersebut keliru, dan AS siap berkomitmen dalam mengembangkan energi ramah lingkungan dan pencegahan pemanasan global.

Lalu, di bidang imigrasi, Biden juga mengoreksi kebijakan Trump soal larangan masuk terhadap penduduk dari tujuh negara mayoritas Muslim (Suriah, Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman). Masih di bidang keimigrasian, Biden juga mengoreksi kebijakan Trump soal imigran dari Meksiko. Biden berjanji akan segera menghentikan pembiayaan proyek tembok penghalang yang digagas Trump, di sepanjang perbatasan dengan Meksiko.

Kebijakan Biden itu menunjukkan bahwa AS saat ini siap tampil dengan “wajah baru”. Tiga kebijakan tersebut adalah gestur politik yang bertentangan secara diametral dengan kebijakan-kebijakan luar negeri AS sebelumnya. Ini bermakna bahwa AS di bawah Biden melakukan koreksi atas kebijakan Trump. Artinya pula, AS mengakui kesalahan dari sejumlah kebijakan luar negerinya selama AS dipimpin Donald Trump, karena koreksi hanya bermakna satu: pengakuan kesalahan. Jika tidak salah, tentunya tak perlu ada koreksi, kan?.

Pada dasarnya, perubahan kebijakan secara tajam, adanya pengakuan atas kesalahan, serta dibuatnya sejumah koreksi atas berbagai kesalahan terdahulu, adalah urusan dalam negeri negara manapun. Dan itu adalah hal yang wajar terjadi pada dinamika perjalanan politik sebuah bangsa. Negara kita pun berkali-kali melakukan sejumlah koreksi dan itu sepenuhnya menjadi urusan negara kita.

Dulu, di pertengahan tahun 1960-an, terjadi “koreksi” atas sistem demokrasi terpimpin, hingga menghasilkan Orde Baru. Tapi, setelah berjalan 32 tahun, Orde Baru pun dianggap menyeleweng, sehingga “dilengserkan” dan “dikoreksi” oleh gerakan reformasi. Sekali lagi, proses-proses seperti itu sepenuhnya menjadi urusan dalam negeri Indonesia, yang memang terus melakukan pembenahan dalam rangka mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Hal yang sama juga mestinya berlaku bagi segala dinamika politik di AS. Selama empat tahun terakhir, rakyat AS dipimpin oleh seorang presiden yang menelurkan sejumlah kebijakan kontroversial, dan dianggap sangat merugikan rakyat negara itu. Kini, pemerintahan baru AS melakukan koreksi atas cara Trump dalam memerintah, termasuk yang terkait dengan kebijakan-kebijakan luar negeri AS.

Jadi, pemerintahan baru AS mengakui bahwa negaranya selama empat tahun ini “bersalah” minimalnya pada tiga isu penting yang terkait dengan kebijakan luar negeri. Kita tidak tahu, apakah koreksi tersebut juga akan diperluas kepada kebijakan-kebijakan kontroversial Trump lainnya, seperti masalah pemindahan kedutaan AS dari Te Aviv ke Jerussalem, inisiatif AS yang mendorong normalisasi hubungan diplomatik negara-negara Arab dengan Israel, keluarnya AS dari perjanjian nuklir Iran, serta instruksi Trump untuk melakukan teror yang membunuh Jenderal Qassem Soleimani.

Bagi publik dunia, adanya koreksi dan pengakuan bersalah tersebut mestinya menjadi pelajaran penting bahwa kebijakan luar negeri AS tidak selamanya benar.  Ini penting untuk ditekankan, karena selama ini, publik dunia masih dijejali dengan opini publik yang mencoba menjustifikasi  segala kebijakan luar negeri Gedung Putih, siapapun presidennya, dan sekontroversial apapun kebijakan tersebut.

Mereka yang selama ini mengagungkan segala kebijakan AS pada dasarnya adalah orang-orang yang bermental budak, bermental inlander. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account