Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Merdeka, Independen terhadap Imperium Dunia

Published 18/08/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Banyak orang yang masih salah dalam memahami makna merdeka, dan karenanya, belum menyadari bahwa kita sebenarnya belum merdeka sepenuhnya. Merdeka itu artinya adalah independen (independence), bukan sekedar bebas (freedom) dari belenggu penjajahan politik. Meskipun, kemerdekaan meniscayakan adanya kebebasan dari belenggu penjajahan. Akan tetapi, sekali lagi, keterbebasan dari belenggu penjajahan saja belumlah cukup untuk menjadi dasar pengklaiman bahwa kita sudah sepenuhnya merdeka.

Kita bisa melihat, bagaimana segala keputusan dan tindakan kita masih sangat bergantung kepada kepentingan-kepentingan asing. Kata-kata ini jangan disalahartikan sebagai sikap anti-China, karena sejatinya, yang menjadi problem besar kita adalah ketergantungan bangsa ini kepada setiap kekuatan “besar” dunia. Hingga kini, semua kekuatan dunia masih menjadi jangkar tempat menambatkan sauh harapan. Bahkan, sebenarnya, kebergantungan terbesar sejumlah elemen bangsa ini lebih banyak ditujukan kepada Barat, yang dikomandani AS. Sampai-sampai, “isu anti China” pun sejatinya dikapitalisasi oleh AS, melalui media-media mainstream dunia. Maka, dari perspektif ini, sikap independen “anti asing dan anti aseng” itu muncul dari ketergantungan kita kepada Barat.

Sejatinya, merdeka itu merupakan sebuah konsep yang abadi dan berkelanjutan. Kata “merdeka” selalu diikuti dengan pertanyaan “merdeka/independen dari apa?”. Pertanyaan itu semakin urgen untuk tetap dimunculkan mengikuti jargon “merdeka” manakala kita mendapati fakta bahwa memang ada kekuatan dunia yang menghendaki ketergantungan negara-negara dunia ketiga, termasuk Indonesia, kepada mereka. Kita mengenalnya sebagai imperium, yaitu kekuatan besar yang ingin menghegemoni dunia demi kepentingan mereka. Mereka mendefinisikan diri sebagai pihak yang superior, dan bangsa-bangsa dunia ketiga adalah pihak-pihak yang inferior.

Maka, dihembuskanlah berbagai narasi tentang berbagai kekurangan pada bangsa kita, mulai dari sisi intelektual, karakter, hingga budaya. Indonesia dikesankan sebagai bangsa yang tidak becus mengurusi diri sendiri. Tanpa adanya bantuan, bimbingan, dan kepemimpinan imperium dunia, bangsa kita tak akan pernah bisa bersaing untuk kemudian “melompat” menjadi bangsa yang maju di segala bidang.

Para pendiri bangsa ini sejatinya telah memberikan contoh, bagaimana kemerdekaan ini dicapai dengan cara-cara yang merdeka/independen. Kita dulu merdeka dengan cara independen. Ketika sebagian tokoh politik, bahkan termasuk Bung Karno dan Bung Hatta, masih menaruh harapan kepada “penjajah” yang memberikan janji-janji kemerdekaan, sikap yang berbeda diambil oleh sebagian pemuda kita di saat itu. Rengasdengklok di Karawang, jawa Barat, menjadi saksi gelora anak-anak muda bangsa yang percaya bahwa bangsa ini bisa merdeka kapan saja, tanpa perlu menaruh harapan kepada pihak-pihak asing (penjajah).

Maka, proses tarik ulur deklarasi kemerdekaan (proklamasi) yang sempat membuat ragu sebagian pendiri bangsa kita, dikunci oleh sikap tegas kaum pemuda yang mengultimatum Bung Karno dan Bung Hatta agar segera mengumumkan kemerdekaan secepat-cepatnya, tanpa perlu menunggu inisitaif dan “kebaikan hati” pihak luar manapun. Para pemuda bangsa di masa kemerdekaan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan harus direbut; bahwa menjadi merdeka harus diraih dengan cara merdeka.

Bangsa kita terus dihadapkan kepada berbagai tantangan dan rintangan yang sangat besar. Kemampuan kita untuk lolos dari tantangan itu akan sangat bergantung kepada mental bangsa kita untuk tetap mampu bersikap independen di hadapan kekuatan imperium dunia. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Internasional

Amerika Khawatir Jika Israel Harus Berhadapan dengan Hizbulah Lebanon

By Farid
Analisis

BRICS dan Potensi Lumpuhnya Sanksi terhadap Iran

By Farid
Internasional

Iran Rilis Rudal Hipersonik, Pejabat AS: Kita Tak Punya Sistem Pertahanan Hadapi Rudal Hipersonik

By Hadi
Internasional

Perwira IRGC: Iran Berhasil Lolos dari Perangkap-perangkap AS

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account