Progres Kemenangan Ansarullah dan Dampak Politiknya

0
1537

LiputanIslam.com –Berbagai laporan menyebutkan bahwa milisi Ansarullah dari kelompok Houthi yang didukung oleh tentara Yaman terus meraih berbagai kemenangan di lapangan dalam pertempuran mereka melawan tentara koalisi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi. Ansarullah bukan hanya mampu menangkis serangan-serangan bersenjata lengkap Pasukan Arab, melainkan juga terus merangsek ke berbagai wilayah Arab Saudi. Berbagai kemenangan Ansarullah ini, jika terus terjadi, tentu akan memengaruhi konstelasi politik di Jazirah Arab itu, terutama nasib koalisi Arab yang terlihat semakin loyo dan berkurang kekuatannya dari berbagai sisi.

Di antara laporan yang kemudian menjadi kabar viral adalah keberhasilan milisi Ansarullah yang berhasil mendesak pasukan kubu lawannya di kota Ma’rib, ibu kota provinsi Ma’rib. Provinsi Ma’rib ada di utara Yaman dan berbatasan dengan Arab Saudi. Kawasan yang secara historis dikenal karena pernah menjadi pusat peradaban manusia itu, selama ini menjadi basis tentara pendukung presiden terguling, Mansour Al-Hadi yang didukung Arab Saudi. Milisi Ansarulllah dilaporkan telah masuk ke wilayah kota Ma’rib sejauh 3 kilometer. Mereka juga menguasai sebagian besar bagian utara Waduk Ma’rib serta semua bagian baratnya.

Laporan lainnya menyebutkan bahwa tentara Yaman dan pasukan Lijan Shaabiya (Ansarullah) yang tergabung dalam kubu Sanaa juga berhasil menggempur pasukan Arab Saudi di wilayah provinsi Najran, di sebelah selaran Arab Saudi, mengakibatkan puluhan korban tewas dan luka di pihak koalisi Arab. Ini artinya bahwa milisi Ansarullah bahkan sudah berhasil merangsek ke kawasan daratan Arab Saudi.

Kabar terakhir juga menyebutkan, bagaimana rudal-rudal balistik Ansarullah berhasil menyasar sebuah gedung sekolah di kawasan Al-Kadahah, Saudi. Wartawan Al-Jazeera secara tidak sengaja melaporkan bahwa di dalam gedung sekolah tersebut berkumpul tentara nasional dari kubu Mansour Al-Hadi. Di satu sisi, ini menunjukkan betapa sangat liciknya tentara pendukung Al-Hadi, yang menjadikan sekolah sebagai tameng hidup dan tempat persembunyian. Di sisi lain, ini juga menunjukkan bahwa kemampuan milisi Ansarullah dalam mendeteksi titik keberadaan pasukan musuh meningkat dengan pesat. Dalam perang, kemampuan mendeteksi ini sangat penting dan menentukan hasil perang.

Perkembangan situasi di lapangan pertempuran antara kubu Ansarullah melawan koalisi Arab Saudi ini dipastikan akan berpengaruh terhadap masalah politik. Ansarullah yang terus meraih kemenangan demi kemenangan seakan mengumumkan kepada dunia bahwa mereka punya kemampuan menjaga keamanan Yaman secara independen. Ini juga menunjukkan bahwa secara internal, Ansarullah mendapatkan dukungan dari hampir semua elemen rakyat Yaman. Mustahil mampu bertahan bahkan bisa balik menyerang kalau milisi Ansarullah tidak mendapatkan dukungan dari kalangan internal. Enam tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menguji resistensi Ansarullah, di tengah badai serangan pasukan koalisi Arab bersenjata super canggih yang disuplai AS, Inggris, dan Zionis. Tanpa adanya dukungan dari rakyat, Ansarullah yang bersenjata seadanya dipastikan langsung habis dalam serangan pertama.

Di sisi lain, bagi pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, situasi ini semakin memukul moral mereka. Logistik Arab Saudi sudah semakin menipis, dan perekonomian makin morat-marit. Di tengah badai pandemi Covid-19 yang memukul pasar minyak dan industri wisata-ziarah, melanjutkan perang Yaman yang entah sampai kapan bisa terus digelar, bisa jadi langkah bunuh diri Arab Saudi.

Dalam beberapa waktu ke depan, kita mungkin akan menyaksikan perubahan drastis dalam eskalasi perang Yaman. (os/editorial/liputanislam)

DISKUSI: