Perintahkan Serangan ke Suriah, Biden Buka Kedoknya

0
191

LiputanIslam.com –Presiden baru AS membuka kedok yang menutupi mukanya. Ia ternyata tak jauh berbeda dengan para pendahulunya dalam menjalankan kebijakan luar negeri AS. Kementerian Petahanan  AS secara resmi mengumuman bahwa serangan yang dilakukan oleh pesawat-pesawat AS pada Jumat dini hari dengan sasaran kawasan perbatasan antara al-Bukamal Suriah dan al-Qaim Irak, memang atas perintah Joe Biden.

Editorial Liputan Islam pernah menulis bahwa desain kebijakan luar negeri AS sampai sejauh ini masih sama. Sangatlah tidak pada tempatnya berharap kepada presiden baru AS, bahwa ia akan mengubah haluan dan sikapnya kepada dunia Islam menjadi lebih ramah dan empatik. Menaruh ekspektasi kepada Biden tak akan lebih dari ilusi, dengan sejumlah alasan yang sangat rasional.

Kami telah menulis bahwa setelah Joe Biden dan Kamala Harris menang, tak sedikit pihak yang mengutarakan harapan kepada mereka berdua, termasuk dari kalangan Islam. Keduanya diharapkan akan menjadi antitesis dari Donad Trump. Tapi, silakan lihat sejarah AS. Sepak terjang para presiden AS sebelumnya menunjukkan bahwa AS tak akan pernah bisa dipercaya. Itu terjadi karena proses keterpilihan Biden danHarris sama seperti proses keterpilihan para presiden dan wapres AS sebelumnya. Mereka semua disaring secara ketat oleh lobi Yahudi. Agar menjadi kandidat, mereka semua harus mau disumpah terlebih dahulu untuk menjadikan kepentingan lobi Yahudi dan Israel sebagai prioritas pertama. Dan kita tahu, kepentingan lobi Yahudi tak pernah seiring sejalan dengan kepentingan Islam.

Khusus soal Biden, sebenarnya kita harus melihat sepak terjangnya yang lain, yaitu posisinya sebagai wakil presiden di masa kepresidenan Barack Obama. Berduet dengan Obama, Biden terlibat secara intens dalam membuat semakin berdarahnya Dunia Islam. Duet itu menginisiasi dan mendanai pembentukan ISIS. Di bawah komando keduanya, AS juga membantu pengiriman para jihadis palsu yang menyerbu Suriah. ISIS yang sering disebut-sebut kelompok teroris paling mengerikan sepanjang sejarah lahir dari berbagai kebijakan luar negeri Obama yang saat itu dibantu oleh Biden.

Kini, ketika ada serangan terbaru dari AS ke kawasan Suriah yang berbatasan dengan Irak, alarm orang yang kritis mestinya berbunyi, bahwa Biden sama saja dengan para pemimpin AS sebelumnya. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh AS pun tetap sama-sama absurdnya. Misalnya, bahwa serangan itu berdasarkan permintaan militer Irak. Alasan ini telah dibantah keras oleh Irak.

Pemerintah Irak sejak lama sebenarnya menghendaki militer AS hengkang dari negara itu. Kalaupun masih tetap dipertahankan, itu karena adanya ancaman sanksi dari AS kepada Irak. Akhirnya, Irak masih bisa mentolerir bahwa kehadiran militer AS di negaranya dalam rangka membantu rakyat Irak menghadapi teroris ISIS, bukan menyerang milisi yang justru membantu pemerintah sah Irak dan Suriah. Sedangkan alasan AS menyerang kawasan Suriah itu adalah dalam rangka menghabisi milisi Syiah. Tentu itu adalah alasan yang sangat tidak bisa diterima.

Dunia Islam memang tak tak boleh menyandarkan harapannya kepada pihak lain, termasuk AS. Sekali lagi kami tegaskan, nasib kaum Muslimin, pada dasarnya ditentukan oleh kaum Muslimin sendiri; bukan oleh fenomena pergantian pemimpin di AS. Fenomena serangan AS ke Suriah Jumat kemarin adalah indikator kuat agar kita menebalkan prinsip kemandirian ini. (os/editorial/liputanislam)

DISKUSI: