Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Pengkhianatan Arab Teluk terhadap Palestina

Published 23/12/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Negara-negara Arab yang memiliki pesisir pantai di Teluk Persia menamakan dirinya sebagai Negara-Negara Teluk. Mereka bahkan membentuk organisasi kerjasama bernama Gulf Cooperation Council (GCC). Ada Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Oman, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Semuanya adalah negara-negara kaya, karena kepemilikan mereka atas ladang-ladang minyak yang memang berlimpah di sekitar pantai Teluk Persia.

Selain kaya, negara-negara tersebut dikenal sebagai sekutu dekat AS. Bahkan, dalam pengelolaan minyak di negara-negara tersebut, dipastikan mereka sepenuhnya bergantung kepada AS. Karenanya, dalam menjalankan politik luar negeri, GCC selalu seiring sejalan dengan kepentingan AS. Fakta-fakta ini menciptakan banyak ironisme, dan yang paling mencolok dari semua ironisme itu adalah isu Palestina.

Palestina adalah bangsa Muslim yang sedang berada cengkeraman penjajah Zionis Israel. Berbagai kejahatan digelar Israel di Palestina hingga menciptakan banyak sekali tragedi. Lalu, siapakah yang paling banyak diharapkan untuk memberikan bantuan kepada Palestina? Tentu saja, jawabannya adalah: negara-negara yang paling banyak memiliki kesamaan dengan Palestina, dan negera-negara tersebut punya potensi untuk memberikan bantuan.

Negara-negara Arab Teluk yang tergabung ke dalam GCC tersebut memiliki semua kriteria tadi. Mereka kaya, Muslim, Arab, dan secara geografis sangat dekat dengan Palestina. Lalu, apa yang sudah dilakukan oleh GCC terhadap Palestina? Bisa dikatakan tak ada. Bahkan, mereka cenderung menjadi penghambat atas upaya kemerdekaan Palestina. Salah satu di antaranya adalah mereka ikut mendukung kekacauan di Suriah. Padahal, Suriah adalah satu-satunya negara Arab yang secara terang dan jelas masih dalam situasi berperang melawan Israel.

Makin ke sini, peran negara-negara Arab Teluk terkait dengan upaya kemerdekaan Palestina itu semakin terlihat antagonis. Kalau sebelumnya mereka hanya terhubung dengan AS, kini, mereka semakin terang benderang mengakui adanya hubungan dengan Zionis Israel. Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Abdullah Bin Zayed, misalnya, mengaku bahwa hubungan negara-negara Arab pesisir Teluk Persia dengan Rezim Zionis Israel terus membaik. Melalui akun Twitter-nya, Bin Zayed menyebut aliansi Arab-Israel yang mulai terbentuk di Timur Tengah adalah sebuah reformasi yang sangat positif.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga berkunjung ke Oman, dan ia mendapatkan sambutan hangat dari para pejabat Muscat. Menteri Luar Negeri Oman Yusuf Bin Alawi mengatakan bahwa Israel merupakan salah satu bangsa di Timur Tengah, dan negara-negara Arab harus memulai perjalanan baru untuk masa depan.

Bahrain juga semakin mendekati Israel. Para rahib Yahudi Israel dapat berkeliaran dengan leluasa di Dubai dan meninjau sinagog-sinagog yang ada di sana. Raja Bahrain sendiri juga berkali-kali menunjukkan minatnya dalam mengupayakan proses normalisasi hubungan Arab dengan Israel.

Sementara itu, Arab Saudi, kita sudah sama-sama mafhum, bagaimana invasi Saudi ke Yaman itu dibantu oleh senjata buatan Israel. Sebelum ini juga para pejabat Arab Saudi berkali-kali menyatakan minatnya untuk menjalin hubungan dengan Israel.

Negara-negara Arab Teluk boleh-boleh saja mengemukakan berjuta alasan terkait keuntungan yang akan diperoleh ketika mereka menjalin hubungan dengan Israel. Akan tetapi, mereka juga harus siap dengan konsekwensi dicap sebagai pengkhianat. Israel adalah biang beragam masalah di Palestina. Adalah omong kosong jika mereka mengklaim sedang membela Palestina, tapi pada saat yang sama malah berbaik-baik dengan biang masalah tersebut. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Internasional

Amerika Khawatir Jika Israel Harus Berhadapan dengan Hizbulah Lebanon

By Farid
Timur Tengah

KTT Luar Biasa OKI Serukan Sanksi terhadap Israel

By Muhammad
Timur Tengah

Blinken: Bin Salman Berminat Normalisasi Saudi-Israel, Tapi Terganjal Perang Gaza

By Muhammad
Timur Tengah

Menlu Saudi: Tak akan Ada Normalisasi dengan Israel Sebelum ada Negara Palestina

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account