Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Peluang Dialog Iran – Arab Saudi

Published 23/01/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Peluang terciptanya dialog antara Iran dan Arab Saudi saat ini menjadi salah satu dinamika dan isu politik yang cukup hangat diperbincangkan. Kedua negara sudah memberikan sinyal positif. Dibungkus dengan alasan “menjadi mediator perselisihan antara Iran dan AS”, Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan menyatakan bahwa negaranya siap membuka dialog. Di sisi lain, Menlu Iran Javad Zarif menyatakan negaranya siap melakukan dialog dengan seluruh negara Arab Teluk, termasuk Arab Saudi, membincangkan segala masalah di kawasan, termasuk proposal keamanan di Selat Hormuz.

Peluang seperti ini mestinya adalah sinyal positif bagi kebaikan di kawasan Timur Tengah dan juga bagi kebaikan ummat Islam di seluruh dunia. Perpecahan dan perseteruan internal adalah momok paling mengerikan yang menyebabkan ummat Islam terus terpuruk seperti sekarang ini. Berbagai isu dihembuskan untuk membuat ummat ini terus saling menjauh. Ummat ini diadu domba. Akibatnya, sangat sulit membuat kata sepakat ketika ummat Islam dihadapkan kepada keharuskan untuk menyelesaikan berbagai masalah. Alih-alih menyelesaikannya, kaum muslimin malah seperti punya kecenderungan untuk memperparah masalah yang sedang dihadapi.

Palestina adalah contohnya. Sudah lebih dari 70 tahun lamanya bangsa ini kehilangan kemerdekaannya; hak paling asasi bagi sebuah bangsa. Memang ada faktor AS yang memberikan bantuan ekonomi, militer, dan politik kepada Zionis Israel. Tidak adanya persatuan di antara ummat Islam dalam isu Palestina itu salah satunya adalah akibat politik klasik pecah belah yang biasa digunakan imperialis untuk melanggengkan kekuasaannya. Akan tetapi secara internal pun, kaum Muslimin cenderung dengan mudahnya termakan isu.

Di Palestina sendiri, HAMAS (dan Jihad Islam) di Gaza tak pernah akur dengan Fatah (PLO) di Tepi Barat. Bahkan sempat beberapa kali terjadi kontak senjata di antara milisi kedua kelompok itu. Kemudian, sebagian ummat Islam dan pemimpin negara Arab juga banyak yang percaya begitu saja isu yang dihembuskan AS bahwa kelompok-kelompok perlawanan seperti HAMAS, Jihad Islami, dan Hezbollah (juga Iran dan Suriah) sebagai kelompok teroris. Cukup banyak yang percaya bahwa perlawanan bersenjata menghadapi kesewenang-wenangan tentara Zionis Israel adalah tindakan terorisme. Karenanya, alih-alih memberikan bantuan terhadap para pejuang kemerdekaan Palestina itu, sebagian kaum Muslimin dan pemimpin negara-negara Arab malah ikut mengecam dan malah berbaik-baikan dengan Zionis dan AS.

Racun mematikan perpecahan juga terlihat dengan jelas dalam krisis Suriah dan Yaman. Kedua negara ini hancur lebur. Isu utama yang dihembuskan adalah “bahaya Syiah”, isu yang sangat primordial. Di Suriah, berkumpul ratusan ribu milisi jihadis asing yang berasal dari lebih dari 100 negara dunia. Mereka bersumpah untuk menghancurkan Bashar Assad, Syiah Alawi yang menindas Sunni. Sementara itu, berbagai kota di Yaman sejak tahun 2015 menjadi target pengeboman artileri Arab Saudi dan koalisinya. Isunya juga kurang lebih sama, yaitu soal bahayanya Syiah Al-Houthi yang ditengarai sebagai proxy dari Iran.

Suriah, Yaman, Irak, Palestina, dan banyak negara Muslim lainnya hingga kini terus bergolak dan terpuruk. Negara-negara Arab juga terus dihantui ketidakamanan. Sementara itu, para pialang minyak dan pabrik-pabrik senjata berpesta pora mengambill keuntungan dari krisis tersebut.

Persatuan adalah kunci agar kita bisa keluar dengan selamat dari kubangan keterpurukan. Sekarang, peluang untuk mewujudkan persatuan itu sudah sedikit terbuka. Sudah saatnya untuk membuang bahasa senjata dan kekerasan, lalu menggantinya dengan dialog yang beradab dan berperikemanusiaan. Barangkali inilah memang saatnya kaum Muslimin segera bersatu, selagi kekuatan politik dan militer AS sedang melemah pasca tewasnya Martir Qassem Soleimani. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

Hizbullah Konfirmasi Kesyahidan Sayid Safiyuddin, Ini Dia Profilnya

By Muhammad
Timur Tengah

Wakil Komandan Batalyon  9308 Israel Tewas dalam Pertempuran di Lebanon

By Muhammad
Timur Tengah

Hizbullah Resmi Mengaku Bertanggungjawa atas Serangan ke Kediaman Netanyahu

By Muhammad
Timur Tengah

Tentara Israel Nyatakan Puluhan Anggotanya Terluka dalam Pertempuran dengan Hizbullah

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account