Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Melawan Israel dengan Spirit Asyura

Published 31/08/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com – Meskipun digelar dalam situasi yang berbeda akibat Covid-19, peringatan Asyura, yaitu peristiwa wafatnya Husein bin Ali ra, tetap dilakukan oleh orang Syiah. Berbagai laporan menyebutkan bahwa jumlah massa yang diperbolehkan menghadiri acara-acara peringatan dikurangi secara siginifikan. Akan tetapi, sebagian yang tidak bisa hadir tetap mengikuti peringatan di ruang-ruang virtual.

Asyura yang diperingati oleh orang Syiah ini memang peristiwa yang tragis dan kontroversial. Seluruh sejarawan sepakat bahwa Husein dibunuh secara tragis. Selama tiga hari, sebelum dibunuh, Husein tidak diberi akses air minum. Kemudian, ia dibunuh dengan cara disembelih. Setelah disembelih, kepalanya ditancapkan di atas tombak, lalu diarak dari Karbala, menuju Kufah (Irak); dari Kufah ke Syam (Suriah). Sementara itu, jenazah Husein dibiarkan selama tiga hari sebelum akhirnya ada yang berani menguburkannya.

Sebagaian besar kaum Muslimin sebenarnya terbiasa memperingati peristiwa kematian. Di dalam budaya Nusantara, kita menyebutnya haul. Akan tetapi, proses wafatnya Husein dengan cara yang tragis seperti itulah yang menyebabkan peringatan kematian Husein diselenggarakan secara berbeda. Husein mati di saat berjuang melawan apa yang diyakininya sebagai puncak kezaliman. Keyakinan Husein itu terbukti lewat proses kematiannya yang sangat brutal dan tragis itu.

Faktanya, Husein yang sudah tahu konsekwensi dari perjuangannya itu tetap melakukan kebangkitan heroik. Sisi inilah yang membuat perjuangan Husein menjadi sangat ikonik. Banyak pihak di luar kaum Syiah (Muslim Sunni maupun yang non-Muslim) yang menyampaikan apresiasi sangat tinggi terhadap peringatan Asyura. Mahatma Gandhi,  misalnya, menyatakan bahwa Husein adalah inspirasi bagi setiap orang yang sedang berjuang melawan penindasan. Selain Mahatma Gandhi, berderet-deret tokoh dunia (Che Guevara, Nelson Mandella, hingga Soekarno) yang juga memberikan aspresiasi sangat tinggi kepada Husein dan Asyura.

Di kalangan orang Syiah, Asyura dan Husein disebut sebagai landasan ideologis dan moral saat mereka melakukan perlawanan terhadap apa yang mereka yakini sebagai kekuatan korup. Hezbollah di Lebanon, misalnya. Spirit Asyura adalah landasan ideologis kelompok ini saat menghadapi kekuatan Zionis Israel. Saat menghadapi serdadu Zionis berperalatan lengkap, milisi Hezbollah selalu membayangkan diri mereka sedang berada di Karbala, dan di hari Asyura. Bisa dibayangkan, betapa kuat dan mematikannya milisi yang punya sikap mental seperti itu.

Heroisme dan altruismeadalah wajah utama dari Asyura. Akar dari peristiwa Asyura adalah perlawanan Husein melawan Yazid yang disimpulkan oleh para sejarawan Islam sebagai penguasa yang amoral dan bertangan besi. Untuk melawan penguasa yang diyakini oleh Al-Husein sedang menggiring agama Islam ke jurang kehancuran, ia mengorbankan dirinya dan keluarganya dengan cara yang sangat tragis.

Inilah wajah Asyura yang mestinya bisa dikapitalisasi oleh para pejuang Islam di seluruh dunia, Sunni ataupun Syiah. Nilai-nilai Asyura seperti heroisme, altruisme, kesetiaan, kebanggaan berada di jalan yang benar, dan berbagai nilai lainnya, saat ini terasa sangat urgen, terutama saat dunia Islam masih belum bisa mewujudkan cita-cita saudara mereka, Palestina, untuk lepas dari penjajahan Zionis Israel.

Sayangnya, di saat orang Syiah sedang menguatkan spirit perjuangan melawan kezaliman lewat peringatan Asyura ini, sebagian yang lainnya malah mengutuki acara peringatan dengan mengobral tuduhan dan fitnah keji. Bahkan, dihubungkan dengan perjuangan Palestina, saat ini kita menyaksikan bagaimana rezim-rezim Arab yang kaya raya itu malah melakukan pengkhianatan. Salah satunya, yaitu Uni Emirat Arab, malah melakukan normalisasi hubungan dengan penjajah Israel. Jika dilihat jejak-jejak politiknya, rezim-rezim itu pula yang mensponsori aktivitas kelompok-kelompok yang mempersekusi kegiatan peringatan Asyura/ (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Kebesaran Ziarah Arba’ain VS Media Blackout Dunia

By Muhammad
Timur Tengah

Peziarah Arbain Al-Husain Mulai Mengalir dari Berbagai Negara Menuju Karbala

By Muhammad
Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account