Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Jika Perang Membesar, Siapa yang Salah?

Published 09/01/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Akhirnya, Iran membuktikan kata-kata dan ancamannya untuk melakukan pembalasan atas tewasnya Jenderal Qassem Soleimani. Belasan rudal (sebagian mengatakan puluhan) telah ditembakkan dengan sasaran Pangkalan Militer AS di Ayn Al-Asad, Al-Anbar, Irak. Laporan menyebutkan bahwa serangan itu menewaskan 80 tentara AS, dan melukai 200 orang lainnya. Sejumlah drone dan helikopter milik AS juga dilaporkan hancur akibat serangan tersebut.

The Islamic Revolutionary Guard Corps-IRGC menyatakan diri bertanggung jawab atas serangan itu. Organ militer Iran yang sebelumnya dikomandani oleh Martir Soleimani itu menyatakan bahwa serangan akan dilanjutkan sampai tentara AS keluar sepenuhnya dari Irak. IRGC juga memperingatkan semua sekutu Amerika, yang memberikan pangkalan kepada tentara AS, bahwa setiap wilayah yang merupakan titik awal dari tindakan agresif terhadap Iran akan menjadi sasaran serangan. Kata-kata Iran ini ditujukan kepada sejumlah negara Arab Teluk yang menjadi tempat bercokolnya pangkalan militer AS.

Sementara itu, dari Lebanon, milisi Hezbollah juga bersumpah akan menyerang Israel jika AS melakukan serangan balasan, alih-alih angkat kaki dari Irak. Seperti yang juga dinyatakan oleh IRGC, Hezbollah menganggap AS dan Israel sebagai dua pihak yang tak berbeda. Suara-suara yang sama galaknya juga disampaikan oleh sejumlah milisi sekutu Iran seperti HAMAS dan Jihad Islami di Gaza, Palestina, serta Al-Houthi di Yaman.

Di dalam negeri Iran sendiri, rakyat Iran bisa dikatakan sedang berada dalam puncak solidaritas nasional. Tak ada faksi politik yang berbeda pendapat. Lembaga eksekutif, yudikatif, legislatif, LSM, ataupun pihak oposisi serempak menyatakan bahwa tindakan AS dalam membunuh jenderal kebanggaan bangsa adalah sebuah penghinaan yang harus dibalas dengan keras. Mereka siap dengan kemungkinan menjalani perang dan krisis berkepanjangan, demi sebuah kehormatan.

Publik dunia pun umumnya bisa memaklumi tindakan Iran yang memang sedang terluka itu. Bahkan pihak-pihak yang selama ini berlawanan dengan Iran kini seperti menahan diri untuk berkomentar. Belum ada komentar berarti yang disampaikan oleh negara-negara Arab Teluk, Israel, atau negara-negara Barat. Pernyataannya masih standar dan disampaikan dengan berhati-hati, yaitu menyeru kedua pihak untuk menahan diri.

Apakah ini bermakna bahwa perang yang besar sudah dimulai? Inilah pertanyaan yang ada dalam benak publik dunia. Banyak pihak yang berharap-harap cemas. Mereka menunggu-nunggu sikap AS atas serangan balasan ini. Karena, memang bolanya ada di tangan AS. Jika AS di bawah Trump bertindak gila dengan memberikan respon berupa serangan balasan ke kawasan Iran, perang besar memang tak bisa dihindari, dan AS harus bersiap-siap menjalani hari-hari perlawanan yang panjang dan berat dalam petualangan militernya di Timur Tengah. Akan tetapi, pilihan lainnya, yaitu menarik pasukan dari Irak (sesuai dengan tuntutan Iran dan sejalan dengan keputusan politik bangsa Irak), juga sebuah pilihan sulit, khususnya bagi Trump yang terbiasa bersikap sombong dan arogan.

Atau, barangkali, kunci penyelesaian masalah ini ada pada rakyat AS. Seperti yang diberitakan, publik AS menunjukkan sentimen negatif terhadap kegilaan Trump itu. Berbeda dengan rakyat Iran yang satu suara mendukung pemerintah, sebagian besar rakyat AS justru tidak setuju dengan tindakan Trump itu. Apalagi, Trump saat ini memang sedang berada dalam proses pemakzulan, setelah DPR AS menyetujuinya. Jika Senat AS bisa mempercepat sidang pemakzulan, penguasa Gedung Putih yang menggantikan Trump barangkali bisa mengeluarkan kebijakan yang sifatnya menganulir segala kegilaan Trump sebelumnya, sehingga ketegangan untuk sementara bisa diredam. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

Sang Pria Tua dari Teheran dan Strategi Ala Stoik: Keseimbangan antara Rudal dan Diplomasi

By Rachel
Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Timur Tengah

Israel Mengaku Siap Melancarkan Serangan Besar terhadap Iran

By Muhammad
Timur Tengah

Penasehat Ayatullah Ali Khamenei: Kami akan Ratakan Puluhan Pusat Israel dengan Tanah

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account