Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

ISIS dan Charlie Hebdo, Sama-Sama Dikendalikan AS

Published 08/09/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com – Upaya licik memprovokasi ummat Islam terus dilakukan dengan berbagai cara. Yang terbaru, majalah penghina Rasulullah SAW, Charlie Hebdo terbitan Perancis mencetak ulang kartun-kartun penghinaan terhadap Rasulullah SAW. Kata editornya, aksi cetak ulang ulang itu dilakukan dalam rangka memperingati peristiwa persidangan bagi tersangka penyerangan majalah itu pada tahun 2015.

Charlie Hebdo memang sangat arogan. Tahun 2012, Majalah itu menerbitkan karikatur penghinaan kepada Rasulullah SAW. Mereka melakukan itu atas nama kebebasan seni dan pendapat. Tentu saja tindakan itu mendapatkan reaksi negatif dari kaum Muslimin di seluruh dunia. Berbagai demonstrasi digelar jutaan ummat Islam di seluruh dunia, termasuk kaum Muslimin di Perancis.

Bagi ummat Islam, Rasulullah SAW adalah sosok yang sedemikian dihormati, melebihi penghormatan kepada manusia manapun. Seorang Muslim sejati lebih menghormati Rasulullah SAW, bahkan ketimbang orang tua, bos perusahaan, dan siapapun juga, Nama Rasulullah dilafalkan dengan penuh takzim di setiap azan dan iqamah; juga saat sedang salat (membaca tasyahud). Karenanya, ketika ada yang menghina dan merendahkan Rasulullah SAW, perasaan kaum Muslimin pastilah terluka dan marah.

Pada Januari 2015, Charlie Hebdo menambah aksi provokatifnya itu dengan menerbitkan kartun yang melecehkan Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi. Maka, tak ayal lagi, seperti bom yang dipantik api, meledaklah kemarahan kelompok Islam radikal. Gedung redaksi Majalah Charlie Hebdo pun diserbu orang-orang bersenjata bertopeng. Sedikitnya, 12 orang tewas akibat aksi serbuan tersebut. Para penyerbu yang belakangan ketahuan merupakan anggota ISIS itu pun ditangkap dan diadili. Pemuatan ulang karikatur penghinaan kepada Rasulullah SAW itu dalam konteks persidangan terhadap para tersangka penyerangan majalah tersebut.

Kasus provokasi yang dilakukan media Barat semisal Charlie Hebdo dan lain-lain yang direaksi dengan cara brutal oleh kelompok radikal  semacam ISIS dan sejenisnya, terlihat sekali membentuk lingkaran setan. Salah satu motif ISIS untuk melakukan tindakan radikal dan terorismenya juga didasarkan kepada perilaku Islamo-phobia sebagaimana yang ditunjukkan oleh Charlie Hebdo dan kawan-kawannya itu.

Di sisi lain, Charlie Hebdo mengolok-olok Islam berdasarkan kepada fakta tak terbantahkan adanya kelompok-kelompok radikal semacam ISIS, Al-Qaeda, dan lain-lain. Lalu, Charlie Hebdo pun menggenaralisir kelakuan radikal kelompok-kelompok itu disamakan dengan upaya perlawanan-legal yang dilakukan kelompok-kelompok resistensi semisal HAMAS, Hezbollah, Houthi, dan lain-lain. Bahkan, lebih parah lagi, upaya generalisasi itu diperluas hingga mencakup seluruh kaum Muslimin. ISIS dengan ideologi Wahabinya dianggap sebagai representasi ummat Islam. Orang Islam yang terluka dan melakukan protes terhadap tindakan pelecehan itu pun langsung diberi stigma sebagai orang radikal.

Upaya seperti ini sungguh sangat licik. Kelompok radikal seperti ISIS yang hanya merupakan segelintir amat kecil dari milyaran ummat Islam di dunia, tiba-tiba saja dijadikan representasi secara semena-mena. Wajah ummat Islam pun tercoreng. Akibat lainnya adalah, Barat merasa punya alasan untuk mengolok-olok ummat Islam. Juga, akibat yang tak kalah penting, kelompok-kelompok perlawanan-legal, para pejuang Palestina yang menghendaki kemerdekaan bagi bangsanya, lalu dicap sebagai kelompok radikal dan teroris. Kaum Muslimin yang melakukan protes terhadap aksi-aksi pelecehan juga dianggap sebagai orang-orang radikal.

Jika kita lihat runutannya, sebenarnya, semua itu mengarah kepada satu titik komando. Baik media seperti Charlie Hebdo ataupun kelompok radikal seperti ISIS, keduanya dibentuk, diinisiasi, dan didanai oleh koalisi Barat, dalam hal ini adalah AS, Eropa, dan Zionis Israel. Negara-negara Arab Monarki yang kaya dan mapan juga dilibatkan dalam pembentukan koalisi tersebut. Jadi, Charlie Hebdo dan ISIS sebenarnya dikendalikan oleh pusat komando yang sama. Keduanya memiliki peran yang sangat penting dalam rangka membangun persepsi negatif terhadap ummat Islam, untuk membungkam perlawanan-legal para pejuang Islam dalam meraih hak-hak mereka. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

Hizbullah Konfirmasi Kesyahidan Sayid Safiyuddin, Ini Dia Profilnya

By Muhammad
Timur Tengah

Wakil Komandan Batalyon  9308 Israel Tewas dalam Pertempuran di Lebanon

By Muhammad
Timur Tengah

Hizbullah Resmi Mengaku Bertanggungjawa atas Serangan ke Kediaman Netanyahu

By Muhammad
Timur Tengah

Tentara Israel Nyatakan Puluhan Anggotanya Terluka dalam Pertempuran dengan Hizbullah

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account