Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Hitung Mundur Runtuhnya Kejayaan AS

Published 21/09/2021 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Kejayaan dan keruntuhan pada dasarnya adalah sunnatullah yang dipergilirkan di antara bangsa-bangsa. Tidak ada bangsa yang dipastikan akan berjaya terus, dan juga tak ada bangsa yang dipastikan terpuruk selamanya. Bangsa manapun yang mampu menyiapkan berbagai prasyarat kejayaan, pastilah berjaya; dan bangsa manapun yang meninggalkan prasyarat tersebut, ia akan kehilangan kesempatan meraih kejayaan. Sejarah juga mencatat, betapa banyak peradaban yang pernah berjaya, tapi akhirnya harus kehilangan kejayaannya gara-gara berbagai sikap korup yang mereka tunjukkan, yang menggerogoti fondasi kejayaan mereka itu sendiri.

AS adalah negara yang muncul sebagai kekuatan super power duni pasca Perang Dunia II. Negara-negara yang tergabung ke dalam Pasukan Sekutu –yang memenangi Perang Dunia II– terbagi ke dalam dua kubu: Blok Barat dengan ideologi liberalisme dan kapitalismenya, dan Blok Timur dengan ideologi komunismenya. Blok Barat dipimpin AS dan Blok Timur dipimpin Uni Sovyet. Ketika Uni Sovyet bubar Desembar 1991, AS menjadi kekuatan tunggal dan unilateral dunia, dan diperkirakan akan merajai dunia untuk jangka waktu yang sangat lama. Tak ada kekuatan yang diperkirakan akan memberikan tantangan kepada AS dari segala segi: ekonomi, militer, politik, budaya, dan sains.

Semakin ke sini, apa yang menjadi prediksi tersebut sepertinya semakin dipertanyakan kebenarannya. Di sejumlah bidang tersebut di atas, AS semakin tidak lagi menjadi adidaya yang tak tertandingi. Banyak kekuatan dunia muncul memberikan tantangan berat buat AS. Negeri Paman Sam ini tidak lagi menjadi satu-satunya kekuatan yang paling diperhitungkan ketika membicarakan konstelasi ekonomi, politik, dan militer.

Inilah yang menjadi dasar penilaian Komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami baru-baru ini. Ia menyebut AS sekarang bukan lagi kekuatan “berbahaya” dan bahkan sudah mulai sekarat. Sebagai seorang petinggi militer, tentu yang dimaksud oleh Salami dengan “mulai sekarat”-nya AS itu adalah kemegahan dan kejayaan AS dari sisi militer. Salami menyampaian pernyataannya tersebut setelah mencermati berbagai perkembangan militer AS di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir ini. AS gagal menjalankan operasi militernya di Suriah. Di Irak, pangkalan-pangkalan militer AS juga secara bertahap sedang ditarik.

Fenomena terbaru yang paling hangat adalah penarikan militer AS dari Afghanistan, setelah bercokol dua puluh tahun tanpa ada hasil yang berarti. Saat secara resmi memulai penarikan pasukan militernya, Presiden Joe Biden menyampaikan catatan yang menunjukkan sikap lemah dari militer negaranya menghadapi situasi di Afghanistan. Ia ber-apology bahwa selama ini, memang tidak ada satupun kekuatan dunia yang mampu menjinakkan Afghanistan. Ia menyebut bahwa Afghanistan adalah kuburan (graveyard) bagi kekuatan asing manapun. Jadi, di sini, Biden menyalahkan Afghanistan sebagai kawasan yang ia sebut sangat bandel. Padahal, sejatinya, kegagalan militer AS di Afghanistan itu herus dikembalikan kepada perilaku AS sendiri yang memperlakukan rakyat Afghanistan dengan cara-cara yang jauh dari kemanusiaan yang adil dan beradab.

Melemahnya kekuatan AS juga bisa dilihat dari semakin lemahnya kekuatan-kekuatan proxy AS, yang selama ini menjadi sekutu dekat negara itu. Arab Saudi menjadi salah satu indikatornya yang sangat jelas. Invasi yang digelar untuk melumpuhkan kekuatan Houthi yang menguasai Yaman hingga kini menjadi sebuah perang yang sangat melelahkan, menguras banyak biaya, tanpa adanya perkembangan yang berarti. Malah, dalam berbagai front pertempuran, tentara koalisi pimpinan Arab Saudi yang bersenjatakan artileri bantuan AS ternyata kalah saat berhadapan dengan milisi Ansharullah dengan senjata seadanya.

Mungkinkah semua ini menjadi tanda kehancuran AS? Apakah saat ini sedang terjadi hitung mundur menuju titik runtuhnya kejayaan AS? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account