Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

AS, Kolaborasi atas Dasar Dosa dan Permusuhan

Published 16/10/2018 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com – Pidato Presiden Jokowi pada ajang Plenary Session IMF-World Bank 2018 yang berlangsung di Bali, menjadi perbincangan karena memberikan analogi relasi antarnegara ‘besar’ bagaikan dalam serial ‘Game of Thrones’. Di salah satu bagian pidatonya, Jokowi menyampaikan apa yang ia sebut sebagai pesan moral dari film tersebut, yaitu bahwa dunia dengan desain rivalitas dan kompetisi hanya akan membawa kehancuran bersama. Jokowi lalu mengajukan pertanyaan retoris, “Apakah sekarang merupakan saat yang tepat untuk kompetisi, ataukah justru menjadi waktu yang tepat untuk kolaborasi?”

Relasi dunia saat ini memang dipenuhi dengan nuansa rivalitas dan kompetisi, alih-alih kolaborasi dan pertemanan. Hal ini tak lepas dari falsafah Barat dan Amerika yang memandang manusia sebagai wujud yang saling bersaing, saling menyikut, dan saling meniadakan. Homo homini lupus, manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Meskipun Thomas Hobbes, ideolog Barat, memunculkan prinsip homo homini socius (manusia adalah teman bagi sesamanya), tapi ia juga membenarkan prinsip tentang manusia yang punya kecenderungan kuat untuk menjadi pemangsa sesama.

Faktanya, bandul perilaku masyarakat Barat lebih condong ke arah prinsip rivalitas. Kita, bangsa Indonesia, tentu menentangnya. Bangsa yang memiliki falsafah hidup bergotong royong ini tentu saja akan menolak cara pandang hidup yang mengharuskan kita saling menihilkan sesama. Sejak lama kita sangat memuja harmoni, serta mengecam sikap-sikap egoistis dan individualistis.

Islam yang dianut oleh mayoritas bangsa inipun menekankan betapa manusia, pada dasarnya adalah makhluk sosial yang suka bekerja sama. At-ta’awun (saling menolong) disebut di dalam Al-Quran sebagai watak dasar penciptaan manusia. Hanya saja, sebagaimana yang bisa dilihat pada teks Al-Quran surah Al-Maidah ayat 2, kerjasama yang dilakukan oleh manusia itu ada dua jenis: ‘alal birri wat-taqwa (atas dasar kebaikan dan ketakwaan), atau ‘alal itsmi wal-‘udwan (atas dasar dosa dan permusuhan).

Jadi, menurut perspektif Qurani, sebenarnya tak ada satupun entitas (baik individu, masyarakat, ataupun bangsa) yang tidak berkolaborasi. Semuanya pastilah butuh punya mitra. Barat dan Amerika pun, yang sering disebut-sebut punya sikap individualistis, pasti butuh bekerja sama. Hanya saja, kolaborasi yang mereka bangun itu didasarkan kepada motivasi yang buruk, yang kalau menurut bahasa Al-Quran adalah motivasi untuk menciptakan dosa dan permusuhan, bukan atas dasar membangun kebaikan dan takwa.

AS jelas negara yang banyak melakukan kolaborasi. AS selama ini menjadi inisiator bagi pendirian sejumlah lembaga dunia, termasuk IMF dan Word Bank sendiri. AS juga menjadi ‘tuan rumah’ bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang bermarkas di New York. Melalui PBB ini, AS dan Inggris berhasil menggalang dukungan internasional untuk pembentukan rezim paling rasis dan paling kejam saat ini: Zionis Israel. Lalu, AS mendirikan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Bahkan, AS bersama Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Pakistan berkolaborasi dalam membentuk kelompok teroris Al-Qaeda.

Lihatlah, betapa sangat mengerikan akibat dari kolaborasi yang dibangun oleh AS. Dunia diseret kepada ketidakadilan dan permusuhan. Israel berdiri dengan dukungan koorporasi Zionis yang menghisap ekonomi negara-negara dunia, di mana korban terbanyaknya adalah kaum Muslimin. Ketika muncul perlawanan dari kaum Muslimin, mereka menciptakan monster teroris bernama Al-Qaeda, lalu ISIS dan Al-Nusra. Maka, timbullah perpecahan di kalangan kaum Muslimin. Di antara sesama Muslim muncul sikap saling mengkafirkan, saling bermusuhan, dan saling menggorok. Nasib Palestina pun terlupakan.

Dampak buruk lainnya, muncul stigma negatif terhadap agama Islam, dan lahirlah Islamophobia, kebencian alias permusuhan kepada apapun yang berbau perjuangan ummat Islam. Agama pembawa rahmat namun juga memiliki harkat martabat ini terstigmakan sebagai agama kekerasan dan intoleran.

Di sini kita melihat bahwa devil yang dimaksud oleh film ‘Game of Thrones’ adalah AS sendiri. The True Big Devil. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Internasional

Amerika Khawatir Jika Israel Harus Berhadapan dengan Hizbulah Lebanon

By Farid
Analisis

BRICS dan Potensi Lumpuhnya Sanksi terhadap Iran

By Farid
Internasional

Iran Rilis Rudal Hipersonik, Pejabat AS: Kita Tak Punya Sistem Pertahanan Hadapi Rudal Hipersonik

By Hadi
Internasional

Perwira IRGC: Iran Berhasil Lolos dari Perangkap-perangkap AS

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account