Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Sistem Minapadi di DIY Tingkatkan Produk Panen

Published 05/10/2019 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Bantul, LiputanIslam.com — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Bambang Pin Erwanto di Bantul, menyatakan budi daya ikan dan padi dengan memanfaatkan lahan yang sama (sistem minapadi) dapat meningkatkan produktivitas panen komoditas pangan padi dan ikan.

“Dengan sistem minapadi otomatis produktivitas panen meningkat, karena salah satunya hama dari padi itu berkurang. Hma penyakit tanaman sudah ada predatornya yaitu ikan tersebut,” kata Bambang Pin Erwanto di Bantul, Sabtu (5/10).

Buktinya, satu hektare lahan padi dapat menghasilkan sekitar 11,1 ton dengan menggunakan sistem minapadi. Tetapi kalau hanya padi saja tidak dengan ikan hasil panennya hanya sekitar 9,5 ton.

Selain itu, sistem minapadi juga menghemat pemupukan dan perawatan. Sehingga pendapatan petani meningkat dan sekaligus menghemat operasional tanam maupun budi daya ikan.

“Pemupukan ini juga efisiensi. Kalau hanya padi biasa ini sekitar 23 kali, kalau dengan minapadi hanya pada saat awal penanaman, jadi cuma satu kali. Kemudian tidak perlu adanya gosrok atau matun, karena hama gulma, hama tanaman ini sudah dimakan oleh ikan,” katanya.

Bambang Pin mengatakan keunggulan lainnya adalah tidak perlu penyemprotan pestisida, karena umumnya petani daerah ini menyemprot pestisida pakai kimiawi untuk mencegah serangan hama, padahal untuk hasil yang didapatkan kurang sehat.

“Pestisida kimia ini tidak perlu karena sudah dieleminasi oleh ikan, sehingga menuju pada pertanian yang ramah lingkungan. Saya tidak mengatakan organik, namun menuju ke organik. Selanjutnya memperoleh pendapatan tambahan, karena selain padi ada ikan yang dipanen,” katanya.

Baca juga: Sistem Minapadi InfonIndo Kian Mendunia

Sementara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong berbagai daerah, yang menerapkan sistem minapadi untuk menjadikan kawasannya sebagai daerah wisata, sehingga akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan warga setempat.

“Ke depan lokasi minapadi ini dapat juga dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai lokasi agrowisata yaitu pariwisata berbasis penggunaan lahan pertanian atau perikanan untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk swafoto,” kata Dirjen Budidaya Perikanan KKP Slamet Soebjakto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/9).

Sistem minapadi merupakan model inovasi akuakultur yang tepat guna, dan potensial untuk diadopsi dan dikembangkan oleh masyarakat. Selain keuntungan berlipat, model ini juga sangat ramah lingkungan. (Ay/Antara)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account