Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Presiden Jokowi Temui PBNU dan PP Muhammadiyah, Ada Apa?

Published 24/12/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

jokowi pbnuJakarta, LiputanIslam.com – Hari ini, Presiden Joko Widodo bertandang ke kantor Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU). Kedatangannya, untuk membahas bahaya terorisme dan radikalisme, termasuk jaringan teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia.

Ketua Umum PBNU Prof. Said Aqil Siradj mengaku sepakat dengan gagasan presiden. “Kami anti terorisme dan radikalisme, apalagi ISIS. ISIS itu bukan pejuang, tapi petualang,” kata dia.

Said meminta agar masyarakat tidak bersimpati dengan apa yang dilakukan ISIS selama ini. “Bahaya ISIS jangan sampai mendapat simpati dan dukungan. Walaupun sudah ada ribuan,” tutur dia.

Dari laporan cnnindonesia.com, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto yang turut mendampingi Jokowi mengungkapkan, presiden berpandangan bahwa perkembangan jaringan ISIS telah menjadi masalah sosial yang semakin mengancam.

Selain itu, Jokowi juga meminta dukungan ulama terkait penolakan grasi hukuman mati pengedar narkoba. Menurutnya, dukungan para kyai diperlukan guna memperkuat kebijakan pemerintah. Hal ini akan mendorong pemerintah mampu bersikap tegas terhadap berbagai persoalan bangsa ke depan.

“Kami menyampaikan yang pertama tentang hukuman mati, terutama untuk pengedar narkoba. Mohon pandangannya dari NU,” kata Jokowi usai menggelar pertemuan tertutup.

“Kita memerlukan pandangan-pandangan terutama para kyai dalam hal ini ketegasan ke depan harus diperkuat lagi. Sehingga negara betul-betul memiliki kewibawaan dalam hal ini,” paparnya.

Said menyatakan dukungannya kepada pemerintah dalam memberantas narkoba, termasuk, untuk memberikan hukuman mati kepada pengedar narkoba.

“Hukuman mati terhadap pengedar apalagi produsen kami dukung, tapi bukan pengguna ya,” ungkap Said.

Setelah pertemuan dengan PBNU usai, Jokowi mengunjungi Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat untuk meminta pandangan serupa. Ia disambut oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua PP Muhammadiyah Malik Fajar, Bambang Sudibyo dan Sukriyato. Sedangkan Ketua Umum PP Muhamadiyah Din Syamsuddin ada kegiatan di luar kota sehingga tak ikut dalam acara silaturahmi ini.

“Kami mendukung apa yang disampaikan Bapak Presiden. Muhammadiyah mendukung sepenuhnya dilaksanakan hukuman mati terhadap kejahatan narkoba,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Malik Fajar, usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Kantor Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Desember 2014.

Pertimbangan Muhammadiyah menyetujui hukuman mati bagi pelaku kejahatan narkoba, karena narkoba dinilai banyak merusak tata kehidupan dan peradaban manusia. Terutama generasi yang akan datang.

Seperti diketahui, kebijakan pemerintah untuk menolak grasi dan mengeksekusi mati para penjahat narkoba masih menuai pro dan kontra. Perwakilan Indonesia untuk ASEAN Intergovernmental Comission on Human Rights (AICHR) Rafendi Djamin mengatakan penolakannya terhadap keputusan Jokowi tersebut.

“Ketegasan salah kaprah kalau ditunjukkan dengan penerapan hukuman mati,” ujar dia.

Lebih jauh, ia menuturkan hukuman mati tak akan memberikan efek jera bagi pelaku dan bandar narkoba. Menurutnya, sejumlah kajian telah menunjukkan tidak adanya korelasi antara hukuman mati dengan tingkat kriminalitas di sebuah negara. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account