Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Kisah Rani dan Para Perempuan Terpidana Mati

Published 17/01/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Rani Andriani (foto:liputan6.com)
Rani Andriani (foto:liputan6.com)

Jakarta, LiputanIslam.com–Besok, 18 Januari 2015, Kejaksaan Agung akan mengeksekusi lima terpidana mati dalam kasus peredaran narkoba. Salah satu di antaranya bernama Rani Andriani alias Mellisa Aprillia, perempuan asal Cianjur, Jawa Barat.

Rani terjerumus dalam peredaran narkoba oleh sepupunya sendiri, Meirika Pranola alias Ola, serta seorang lurah di Cianjur bernama Deni Setia Marhawan. Deni juga sepupu Ola. Rani, Ola, dan Deni sama-sama dijatuhi hukuman mati pada tahun 2000. Namun, Ola dan Deni mendapat grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2012. Mereka kemudian dihukum seumur hidup. Sebaliknya, grasi yang diajukan Rani malah ditolak oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 27/G 2014.

Rani dan Para Perempuan Pengedar Narkoba

Kisah Rani diawali oleh nasib tragis sepupunya, Meirika Pranola alias Ola yang tergoda pria asal Nigeria. Ola menikah dengan pria yang ternyata pengedar narkoba itu. Ia kerap dipukuli suaminya dan bahkan dipaksa membawa heroin. Ola tertangkap ketika akan menyelundupkan 6,5 kilogram heroin dan kokain ke London. Ia menyimpan benda haram itu di rumah kontrakannya di Bogor. Akhirnya, Ola divonis hukuman mati oleh PN Tangerang pada Agustus 2000. Sementara Tajudin, suaminya, tewas tertembak dalam penggerebekan oleh petugas.

Seperti dilansir situs hukumonline.com (25/2/2003), majelis hakim menyatakan alasan Ola bahwa ia mengalami KDRT bukanlah alasan yuridis untuk melepasnya dari tindak pidana yang dilakukannya. Hakim berpendapat, seharusnya Prn melaporkan tindakan suaminya kepada aparat yang berwenang.

Dalam operasinya, Ola merekrut Rani. Rani yang takut Ola dipukuli oleh suaminya, menerima tawaran Ola. Akhirnya Rani tertangkap di bandara Soekarno-Hatta saat akan menyelundupkan 3,5 kilogram heroin.

“Terdakwa merupakan bagian dari salah satu mata rantai sindikat peredaran narkotika,” ujar Mursidi, jaksa yang menuntut hukuman mati, pada saat itu. Alasannya, beberapa kali Rani disuruh membawa heroin dan kokain dari Thailand dan Pakistan ke Indonesia. Saat tertangkap di bandara, Rni menggunakan paspor Singapura.

Tertipu Asmara Pria

Tertipu oleh jeratan asmara juga menjadi awal mula kisah tragis terpidana mati lainnya. Merri Utami (Mut) terpikat oleh keramahan pria berinisial J yang baru dikenalnya di sebuah mal di Jakarta. Keramahan J telah membius Mut, sehingga pertemanan itu berlanjut ke hubungan asmara. Mut mau saja saat diajak J ‘jalan-jalan’ ke Nepal. Ternyata, Mut malah ditinggal di Nepal karena ada teman J yang mau menitip barang. Sementara, J pulang lebih dulu ke Indonesia karena ada urusan bisnis.

B dan M, teman J, menitipkan tas kepada Mut dengan alasan tas Mut sudah jelek. Mut memang sempat menanyakan mengapa tas baru itu berat. Namun, akhirnya ia diam saja ketika dijawab tas baru itu terbuat dari kulit. Ketika sampai di bandara Soekarno-Hatta, Mut langsung diciduk petugas Kantor Pelayanan Bea Cukai (KPBC) karena dalam tasnya terdapat 1.1 kilogram heroin. Ia pun divonis hukuman mati oleh PN Tangerang pada 20 Mei 2002.

Edith Yunita Sianturi (EYS) bernasib sama dengan Merri Utami. Ia berkenalan dengan laki-laki asing berinisial W dan mereka pun berpacaran. Pada April 2000, W yang mengaku memiliki toko di Tanah Abang, Jakarta Pusat, ini meminta EYS mengantarkan uang ke temannya yang berinisial B di Bangkok.

Di Bangkok, EYS tinggal  selama seminggu EYS dan saat pulang, B memberikan tas baru untuk EYS sebagai contoh di toko W di Jakarta. Ternyata tas itu berisi heroin 1 kilogram dalam tasnya. EYS pun akhirnya diamankan petugas bandara dan akhirnya dijatuhi hukuman mati pada November 2001.(fa)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account